Tusuk Konde Bu Tien Hilang, Soeharto Lengser!
Serba-Serbi , TERBARU 18:16
0
Shares

“Tusuk konde” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai berikut: “Alat penguat sanggul agar dapat melekat di kepala dan juga sebagai penghias kepala; cocok sanggul”. Berdasarkan pengertian ini, tusuk konde merupakan benda biasa yang fungsinya hanya sebagai penguat sanggul.

Namun menjadi tak biasa bila ingat tujuk konde yang pernah dimiliki Ibu Tien Soeharto, mantan ibu negara RI yang kedua. Tusuk kondenya bukan sembarang benda. Ada cerita mistis di balik benda itu. Ingin tahu kisahnya? Baca terus sampai selesai!

21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden. “Godfather” Orde Baru (Orba) yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu akhirnya lengser. Dia tak lagi menjadi orang nomor satu di negerinya.

Kejatuhan pemimpin yang dikenal otoriter itu mengundang berbagai spekulasi. Tak sedikit para pengamat mengutarakan pendapatnya terkait penyebab berakhirnya Orba.

Pendapat yang lahir dari mereka tak tunggal. Beragam analisis bermunculan. Ada yang melihatnya dari perspektif ekonomi, politik, agama dan lain-lain. Intinya, ramai sekali.

Namun terlepas dari kekayaan perspektif tersebut, ada satu perspektif unik yang jarang disentuh dan dibicarakan. Apa itu? Yakni, perspektif “tusuk konde” Bu Tien.

Percaya atau tidak, Arwan Tuti Artha menulis dalam bukunya, Laku Spiritual Sultan: Langkah Raja Jawa Menuju Istana (2009), “… Hilangnya tusuk konde Bu Tien merupakan isyarat turunnya Soeharto dari singgasana kepresiden. Namun, Soeharto membandel dan ngeyel waktu itu, sehingga ia benar-benar turun…

Dalam buku itu dijelaskan bahwa tusuk konde yang dimiliki oleh Ibu Siti Hartinah yang akrab dipanggil Bu Tien itu adalah barang magis. Ia bukan sembarang barang. Banyak masyarakat kala itu yang meyakini kekuatan ajaib yang ada dalam benda misterius itu.

Tusuk konde itulah yang menjadi perantara turunnya wangsit pemimpin bangsa pada Soeharto. Ketika tusuk konde itu dipakai Bu Tien, maka wangsit pemimpin bangsa manjing ke dalam tubuh Soeharto,” tulis Arwan.

Sebagaimana yang dirilis oleh Bangka.tribunnews.com, “Kisah Kesaktian Tusuk Konde Bu Tien Soeharto, Tak Boleh Dipegang Sembarang Orang”, Jumat, 9 Juni 2017, kesaksian semacam ini juga datang dari seorang penerbang helikopter TNI AU, yang tak mau disebut namanya. Tentara yang pernah menjabat sebagai Kasum TNI itu menyebutkan bahwa “kesaktian Bu Tien konon terletak pada tusuk konde rambutnya.”

Lelaki yang jabatan terakhirnya sebagai jenderal bintang tiga (Marsekal Madya) itu bercerita. Suatu ketika, saat masih berpangkat Mayor dia mendapatkan tugas untuk menerbangkan heli Puma VVIP dan penumpangnya adalah Bu Tien beserta para pengawalnya.

Sebagai prajurit yang loyal, dia mendampingi Bu Tien masuk ke pintu heli. Saat mau masuk tusuk konde yang Bu Tien kenakan tersenggol pintu. Akhirnya, benda itu jatuh. Mendapati barang milik ibu negara itu jatuh, dia spontan hendak membantu. Dengan sigap, dia bergerak untuk mengambilnya.

Tapi belum sampai tangannya ke barang itu, para pengawal Bu Tien malah menghardik dan menamparnya. Mereka melarangnya untuk menyentuh tusuk konde itu. Dia tentu kaget. Namun sebagai prajurit dia tak boleh banyak tanya. Dia akhirnya hanya memilih diam.

Karena dia dilarang, yang mengambil benda itu adalah salah satu personel Paspampres. Sebelum menyentuhnya, tentara pengawal itu terlebih dahulu menyembah tusuk konde itu sembari komat-kamit. Lalu dengan hormat, dia menyerahkan benda misterius itu kepada tuannya, Ibu Tien.

Kesaksian ini menunjukkan betapa “sakral” benda tersebut. Banyak orang menghubungkan kesaktian tusuk konde Bu Tien dengan kejayaan Soeharto. Isu yang sempat viral di kalangan masyarakat yang percaya kekuatan magis terkait benda itu adalah “barang siapa yang mendapatkannya akan menjadi pemimpin bangsa”.

Dari itu ketika tusuk konde itu hilang, banyak orang yang mencarinya dengan harapan supaya dapat menjadi pemimpin bangsa. “Hilangnya konde itu (maksudnya, tusuk konde) akan membuat barang itu menjadi rebutan orang-orang yang berkeinginan menjadi pemimpin bangsa,” Arwan menambahkan.

Barang itu dipercaya hilang setelah Bu Tien meninggal. Dalam bukunya, Arwan menulis, “Menurut terawang supranatural, ketika Bu Tien wafat pada 28 April 1996, tusuk konde itu menghilang.”

Namun menurut para penasihat spiritual Soeharto, benda tersebut sebenarnya tak menghilang dalam artian lenyap atau moksa, melainkan hanya pindah tempat. Barang itu kabarnya kembali ke petilasan pertapaan panembahan Senopati, Banglampir di Gunung Lanang, Desa Blimbing, Kelurahan Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jawa Tengah.

Tempat itu (Banglampir) sangat dikeramatkan. Orang-orang mempercayainya sebagai tempat turunnya “wahyu” keraton. Salah satu orang yang diyakini pernah mendapatkannya adalah Panembahan Senopati. Setelah mendapatkan “wahyu” di tempat tersebut dia berhasil menjadi raja di Kerajaan Mataram.

Namun meski sedemikian kuat kepercayaan masyarakat terkait benda itu, Soeharto sempat meragukan dan menyepelekan. Karena ketika benda itu menghilang, 1996, Soeharto masih jaya. Tentu, desas-desus mistis yang sampai ke telinga penguasa Orba itu susah dipercaya. Bagaimana mungkin itu akan terjadi, sedangkan kekuatan dan kemapanan Orba bukan main.

Masa iya “tusuk konde” bisa meruntuhkan pemerintahan Orba yang terkenal sangat “dingin” itu. Namun ternyata tebakan itu benar. Tak lama, hanya membutuhkan dua tahun, ramalan itu betul-betul terjadi. Pada tahun 1998, dia benar-benar lengser sebagai presiden.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id