Tiga Versi Pancasila
Serba-Serbi , TERBARU 03:27
0
Shares

SejarahRI.com – Pancasila yang ada sekarang sebagai ideologi negara Indonesia sebenarnya lahir yang proses pergumulan sejarah yang panjang. Butir-butir yang terkandung di dalamnya ‘pun tak tunggal dalam bentuk satu rupa. Ada tiga versi yag perlu diketahui.

Versi I, Versi Bung Karno

Sumbangsih Bung Karno terhadap lahirnya Pancasila sangat besar. Bisa dikatakan, dia adalah orang yang kali pertama merumuskan dasar-dasar tersebut menjadi lima butir sila.

Memang sebagaimana pengakuannya sendiri, dia bukan yang menciptakan. Namun dia adalah orang yang “menemukan” melalui penggalian arkeologi kebudayaan bangsanya. Atau, setidaknya, dialah yang mempopulerkan.

“Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah,” ucap Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.

Hasil refleksi itu, Bung Karno tuangkan pada sidang umum Dokuritsu Junbi Cosakai, atau yang disebut Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 1 Juni 1945. Dalam kesempatan ini, dia paparkan Pancasila hasil galiannya itu.

Tepat pukul 09.00 WIB, dia berdiri di podium kehormatan menghadap para hadirin. Di atas mimbar itu, dia berpidato tanpa menggunakan teks. Pidato itu yang oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat, mantan Ketua BPUPK diberi judul, “Lahirnya Pancasila”.

Dengan gaya khasnya, dia menyampaikan sebuah materi penting yang membuat para hadirin terpukau. Saat itulah dia menyampaikan Pancasila awal versinya.

  1. Kebangsaan
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Demokrasi
  4. Keadilan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Versi II: Versi 22 Juni

Pancasila yang ditawarkan Bung Karno ini disepakati oleh pada anggota BPUPKI. Namun belum final. Para anggota BPUPKI menggodoknya kembali. Untuk melakukan penggodokan itu, pada tanggal 9 Juni 1945, BPUPKI membuat sebuah tim khusus.

Tim itulah yang dikenal dengan Tim Sembilan. Para tokoh yang terlibat di antaranya adalah: Soekarno, Muhammad Hatta, Wahid Hasyim, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, AA Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Muhammad Yamin dan Ahmad Soebardjo.

Para anggota tim ini pada tanggal 22 Juni mengadakan rapat. Pada pertemuan tersebut, mereka “meramu ulang” Pancasila awal versi Bung Karno. Hasil rumusan mereka, beberapa kata ada yang diganti dan urutannya ‘pun diubah. Poin ketuhanan diletakkan pada butir pertama dan keadilan pada butir ke lima.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Versi III: Versi 18 Agustus

Rumusan di atas itulah yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta (silakan baca: Wachid Hasjim di Tengah Kontroversi “Piagam Jakarta”). Namun rumusan itu belum juga final karena ternyata banyak yang berpolemik terkait butir pertama.

Pihak Nasionalis beradu argumen dengan golongan Islam. Sehingga, perdebatan ini mengakibatkan rumusan tersebut harus dirumuskan kembali. Dan, Soekarno menarik diri dari polemik ini.

Kesepakatan baru tercapai pada 18 Agustus 1945. Pada saat itu, lahirlah Pancasila yang sampai sekarang sah digunakan sebagai ideologi negara.

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia



:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs