Sejarah Indonesia Punya TV
Serba-Serbi , TERBARU 06:02
0
Shares

SejarahRI.com – Selama enam belas tahun berdaulat sebagai nation-state yang merdeka, Indonesia masih belum mampu mewujudkan cita-citanya untuk memiliki stasiun televisi sendiri. Harapan tersebut baru tercapai pada 1962.

Stasiun pertama yang berhasil mengudara adalah Televisi Republik Indonesia (TVRI). “Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta,” tulis Anton Mabruri KN dalam Manajemen Produksi Program Acara TV: Format Acara Non Drama (2013).

Tayangan gambar di kacanya masih hitam putih. Beberapa hari berikutnya, 24 Agustus stasiun itu meliput pesta olahraga Asian Games yang berlangsung di Sentul.

Gagasan pendirian stasiun televisi di Indonesia sebenarnya sudah dilontarkan sejak 1952,” catat Ade Armando dalam Televisi Jakarta di atas Indonesia (2011). Orang yang punya ide tersebut adalah Maladi, Menteri Penerangan.

Dia mengusulkan kepada Bung Karno sembari menjelaskan urgensinya. Bung Karno tertarik karena media itu dapat dimanfaatkan sebagai alat kampanye untuk Pemilu 1955. Dan, tentu itu sangat menguntungkan pemerintah.

Namun gagasan tersebut ditolak oleh kabinet “di luar lingkaran” Bung Karno. Alasannya sederhana. Ongkosnya dianggap terlalu mahal. Namun meski sempat tertunda, gagasan itu tetap dipertahankan oleh Maladi.

Memang, “Sejarah televisi di Indonesia adalah sejarah pergumulan antara kekuasaan, kekuatan modal, dan kaum profesional. Pada akhirnya dapat dilihat bahwa sejarah itu berpangkal dari satu domimasi politik dan berujung pada suatu oligopoli,” seperti yang ditegaskan oleh Agus Sudibyo dalam Ekonomi politik media penyiaran (2004).

Usulan Maladi baru terrealisasikan ketika Bung Karno tampil sebagai penguasa otoriter pada era Demokrasi Terpimpin, 1959. Luapan ambisinya untuk membangun citra Indonesia di mata dunia tak terbendung.

Berbagai program dan proyek besar-besaran dia garap. Pada 8 Februari 1960, dia mulai membangun sebuah stadion akbar di Jakarta yang kelak diberi nama dirinya, Gelora Bung Karno. Di tahun berikutnya, 17 Agustus 1961 dia dirikan Monumen Nasional (Monas).

Tak lama dari itu, pada 1962 mendatang Indonesia direncakan sebagai tuan rumah Asian Games. Untuk menyambutnya, Maladi kembali menghadap Bung Karno dengan ide lama, realisasi proyek televisi itu. Lantaran Bung Karno sudah punya kekuasaan penuh, cita-cita itu akhirnya terwujud.

Pada 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T). Tiga bulan kemudian, Bung Karno dari Wina mengirim surat kepada Maladi. Isinya supaya pembangunan dipercepat.

Pada 1962, Gobel meluncurkan produksi televisi pertama di Indonesia,” (Tim NARASI, 100 Tokoh Yang Mengubah Indonesia, 2009). PT. Nasional Gobel adalah perusahaan elektronik yang didirikan oleh H. Thayeb Mohammad Gobel lantaran terinspirasi pidato Bung Karno yang ingin para petani ‘pun dapat menikmati fasilitas canggih.

Dengan demikian, melengkapi pembangunan pusat olahraga di Senayan, hanya beberapa ratus meter di dekatnya, secara bersamaan juga telah dirampungkan pembangunan sebuah studio televisi. Sehingga bersamaan dengan pembukaan Stadion Utama Senayan tanggal 21 Juli 1962, menandai pula kelahiran TVRI,” tulis Julius Pour dalam Gelora Bung Karno (2004).

Pada 20 Oktober 1963, pemerintah mengeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI. Di tahun selanjutnya, cabang-cabang di berbagai daerah dibuka.

Awalnya TVRI beriklan dengan format satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Namun, sejak April 1981 hingga akhir 1990-an TVRI tak diperbolehkan menayangkan iklan.

Sebelum 1989, TVRI memonopoli siaran TV di Indonesia. Hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan izin kehadiran TV swasta pada 1989. Stasiun TV swasta pertama adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). RCTI mengudara secara nasional pada 24 Agustus 1989.

Stasiun TV swasta lainnya antara lain Surya Citra Televisi (SCTV) yang mulai mengudara pada Agustus 1989, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang kini sudah berganti nama mejadi MNC TV mulai mengudara pada 23 Januari 1991, Andalas Televisi (ANTV) pada 1993, Indosiar pada Januari 1995.

Pada 2001 mengudara pula beberapa TV Swasta Nasional lainnya, antara lain Metro TV, Trans TV, TV7 yang kini berubah menjadi Trans7, Global TV, Lativi yang telah berubah nama menjadi TV One, dll hingga channel-channel TV yang kian begitu membludak.

Disamping itu, banyak pula bermunculan stasiun TV lokal atau wilayah. Antara lain JTV di Jatim, CTV di Banten, Fajar TV di Makassar, Bali TV di Bali, dan banyak lagi TV swasta daerah lainnya. Demikian sejarah singkat televisi di Indonesia. Kian hari, terus bermunculan.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id