Sejarah THR
Serba-Serbi , TERBARU 08:44
0
Shares

SejarahRI.com – Tiap jelang Lebaran, Natal, atau hari-hari raya lainnya, yang sering dinantikan para pegawai baik dari pemerintah maupun swasta adalah apa yang disebut “Tunjangan Hari Raya (THR)”. Bahkan, yang bukan pegawai ‘pun kadang tak mau kalah.

Tak sedikit dari mereka juga mengharap tunjangan itu. Sejak kapan sih THR mulai dikenal publik Indonesia?

Berbagai sumber menyebut, 1950-an. Orang yang kali pertama memperkenalkan itu ialah Perdana Menteri dari Masyumi, Soekiman Wirjosandjojo.

Dia adalah adik kandung Satiman Wirjosandjojo, pendiri Jong Java. Lahir di Jawa Tengah, 1898. Tanggal dan bulannya belum terlacak. Sebab, biografi tentangnya masih terbatas.

Sejak 27 April 1951 – 3 April 1952, dia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ke-6. Kabinet yang dipimpinnya dikenal dengan nama Kabinet Sukiman-Suwirjo.

Salah satu program kerja kabinet ini adalah meningkatkan kesejahteraan aparatur negara. Kebijakan yang dikeluarkan, menjelang hari raya para pamong pradja (sekarang, PNS) harus diberi tunjangan.

Kebetulan saat itu perekonomian dalam negeri stabil. “Sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai diberilah tunjangan hari raya,” tutur Lukman Hakiem, politikus PPP kepada Detik.com.

Besarnya tunjangan yang dikeluarkan kisaran Rp 125 (USD 11) hingga Rp 200 (USD 17,5). Sekarang, nilai itu setara dengan Rp 1,1 juta sampai Rp 1,75 juta.

Kebijakan ini menuai protes dari para buruh. Sebagai pekerja keras swasta, mereka merasa turut terlibat membangkitkan perekonomian nasional. Tapi kenapa tak mendapat THR seperti PNS, demikian tuntutannya.

Pada 13 Februari 1952, mereka melakukan aksi mogok kerja. Harapannya, pemerintah juga memberi mereka THR.

Mendapati persoalan ini, pemerintah langsung turun tangan. Perdana Menteri Soekiman meminta supaya perusahaan bersedia mengeluarkan THR untuk para karyawannya.

Setelah berhasil diatasi, situasi ‘pun akhirnya dapat diredam. Sejak itu, THR populer di Indonesia. Namun peraturan resminya baru keluar sekian tahun berikutnya, lama setelah rezim berganti.

Di bawah kendali Orde Baru, Menteri Tenaga Kerja meluncurkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 04/1994 tentang THR Keagamaan bagi pekerja di perusahaan. Lantaran peraturan itu, hak para karyawan mendapat THR punya payung hukum.

Baru 2003, empat tahun paska-reformasi, peraturan tersebut disempurnakan. Pemerintah menerbitkan UU nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Pada tahun-tahun berikutnya, terus direvisi.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs