Rapat Awal Proklamasi Berlangsung di Kebun
Peristiwa , TERBARU 18:30
0
Shares

17 Agustus 1945, Bung Karno membacatakn teks proklamasi. Sejak itu, Indonesia dinyatakan merdeka. Peristiwa tersebut terkenang sepanjang masa. Tiap tiba tanggal itu, segenap bangsa selalu merayakan Hari Kemerdekaannya.

Namun teks bersejarah itu tak lahir secara tiba-tiba. Sebelum dibacakan, ada peran pemuda yang tak dapat dilupakan.

Salah satunya adalah peran para “Pemuda Radikal,” demikian Adam Malik menyebut para aktivis Menteng dalam tulisannya, Sekitar Proklamasi (1947). Mereka adalah para pemuda yang terlampau bersemangat untuk menekan Sukarno dan Bung Hatta supaya segera memproklamirkan kemerdekaan.

Dalam buku Menteng 31: Membangung Jembatan Dua Angkatan (1996), A.M. Hanafi mengenang kisah masa lalunya sebagai bagian dari “Pemuda Radikal” menjelang hari proklamasi. Tiga hari sebelum teks itu dibacakan, 14 Agustus mereka mengadakan sebuah pertemuan.

Para aktivis yang menghadiri rapat tersebut di antaranya adalah Chaerul Saleh, Pardjono, Wikana, Aidit, Djohan Nur, Abu Bakar Lubis, Eri Sudewo, Armansyah, Subadio Sastrosatomo, Yusuf Kunto, dan A.M. Hanafi. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang masa depan Indonesia.

Keputusan yang dihasilkan adalah, “Kirim segera utusan ke Bung Karno dan Bung Hatta, mendesak supaya proklamasi kemerdekaan bangsa diumumkan segera,” kenang Hanafi. Pimpinan rapat itu diserahkan kepada Chaerul Saleh.

Mereka melangsungkan acara itu pada sore sampai malam hari. Yang menarik dari pertemuan itu, mereka tak melaksakannnya di dalam gedung atau hotel, tapi di kebun. Tepatnya, di belakang bangunan Eykman Instituut. Bisa dibayangkan, bagaimana acara itu berlangsung. Pasti sekali gelap dan sama sekali jauh dari nyaman.

Walaupun tempat yang digunakan adalah kebun, mereka menyelenggarakannya secara serius. Setelah rapat selesai, mereka memilih utusan yang siap menyampaikan hasil rapat kepada Bung Karno. Terpilihlah Wikana sebagai ketua utusan.

Dia menuju rumah Bung Karno di Pegangsangan Timur 56 menggunakan sepeda. Tapi dia tak menggoesnya sendiri. Aidit yang memboncengnya. Dalam perjalanan, dia juga ditemani kawan-kawannya yang lain seperti Subadio dan Yusuf Kunto.

Pada mulanya, Chaerul Saleh memandang akan ada baiknya jika saya juga turut hadir, tapi usul ini saya tolak karena alasan pribadi, yaitu kekecewaan saya terhadap Bung Karno yang telah menceraikan Ibu Inggit,” kata Hanafi. Mereka ‘pun berangkat tanpa dia.

Sesampainya di lokasi tujuan, mereka langsung ditemui Bung Karno. Di sana, ternyata sudah ada beberapa tokoh senior seperti Bung Hatta, Mr. Iwa Kusumantri, Joyopranoto, Mr. Subardjo, dan Dr. Buntaran.

Sebagai juru bicara, Wikana menjelaskan maksud kedatangan rombongannya. Mendengar penjelasannya, Bung Karno tak langsung memberikan keputusan. Dia terlebih dahulu meminta pertimbangan tokoh senior yang lain.

Bung Hatta bilang, “Saya juga pernah muda. Juga pernah berkepala panas dan berhati panas. Setelah tua, hati panas dulu itu tetap saja panas hanya saja dikawal oleh kepala dingin. Karena itu kami tidak setuju kalau pemuda-pemuda yang memproklamasikan kemerdekaan, kecuali jika saudara-saudara memang sudah siap. Boleh coba! Sayang ingin melihat kesanggupan saudara-saudara.

Dia berkata seperti itu karena para pemuda itu terkesan terlalu mendesak. Sementara keinginannya, proklamasi harus dipersiapkan secara baik dengan mempertimbangkan dua hal. Pertama, kabar resmi kekalah Jepang dan kedua, pertimbangan Gunseikanbu. Dia tak ingin gegabah dalam memulai sesuatu yang akan menjadi peristiwa bersejarah.

Lantaran jawaban Hatta seperti itu, diplomasi para Pemuda Radikal itu bisa dibilang gagal. Mereka pulang dari rumah Bung Karno menjelang sahur, yakni sekitar pukul 1.30 dini hari.

Walaupun hari itu tak berhasil, namun tiga hari berikutnya cita-cita mereka terwujud. Bung Karno benar-benar membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus dan Indonesia dinyatakan merdeka.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs