Palestina: Perjanjian Dingin Camp David dan Oslo
Sejarahnya Dunia 23:14
0
Shares

 

SEJAK Perang Enam Hari 1967, terdapat sejumlah rencana perdamaian, tetapi belum satu pun terlaksana sebelum berakhirnya Perang Yom Kippur pada Oktober 1973. Awal mula perundingan damai Arab-Israel dimulai dengan kunjungan bersejarah Presiden Mesir Anwar Sadat ke Jerusalem pada November 1977.

Situasi yang mulai membaik itu ditangkap Presiden AS Jimmy Carter yang kemudian mengundang Presiden Sadat dan PM Israel Menachem Begin untuk berunding di rumah peristirahatan Presiden AS di Camp David, tak jauh dari Washington DC, pada 17 September 1978.

Presiden Sadat dan PM Begin ditengahi Presiden Carter melakukan perundingan maraton sepanjang 12 hari yang kemudian menghasilkan dua kesepakatan.

Kesepakatan pertama disebut “Sebuah Rencana Kerja untuk Perdamaian di Timur Tengah”. Isi kesepakatan itu adalah meletakkan dasar-dasar dan prinsip perdamaian, memperluas resolusi DK PBB nomor 242, menyelesaikan apa yang disebut sebagai “masalah Palestina”, menyetujui perdamaian Mesir-Israel, serta perdamaian antara Israel dan negeri-negeri tetangganya yang lain.

Resolusi DK PBB nomor 242 diterbitkan pada 22 November 1967 yang isinya menyerukan agar Israel menarik mundur militernya dari semua wilayah yang didudukinya setelah Perang Enam Hari yaitu Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan.

Kelemahan kesepakatan pertama ini adalah pada bagian terkait masalah Palestina. Rencana dasar dari kesepakatan ini adalah membentuk sebuah “pemerintahan sendiri” di Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum status final ditentukan. Sayangnya, perwakilan Palestina tidak dilibatkan dalam pembicaraan ini.

Kesepakatan kedua di Camp David adalah “Kerangka Kerja Camp David untuk Perjanjian Damai Israel-Mesir”. Kerangka kerja ini kemudian diwujudkan dengan penarikan mundur pasukan Israel dari Sinai pada 1979.

Perjanjian ini merupakan pengakuan pertama dari sebuah negara Arab utama terhadap eksistensi Israel. Perundingan Camp David ini dianggap menjadi salah satu yang tersukses dalam seluruh rangkaian perjanjian damai Timur Tengah.

Perjanjian damai Israel dan Mesir masih berlangsung hingga hari ini dan secara substansial memperkuat posisi Israel di kawasan itu. Sayangnya, perdamaian kedua negara baru berlangsung sesaat, Presiden Sadat kemudian tewas dibunuh pada 6 Oktober 1981.

Anwar Sadat, yang kemudian mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian bersama PM Menachem Begin, tewas dibunuh kelompok kanan yang kecewa dengan keputusan berdamai dengan Israel.

Tak diragukan, perjanjian Camp David ini mengubah peta politik di Timur Tengah, salah satunya adalah berubahnya status Mesir di mata negara-negara Arab lainnya. Bahkan Mesir sempat dikeluarkan dari Liga Arab mulai 1979-1989.

Selain itu, kalimat-kalimat menggantung yang digunakan untuk merujuk masalah Palestina dalam perjanjian ini terbukti telah mengakibatkan isu Palestina menjadi masalah utama proses perdamaian Timur Tengah dan tak kunjung terselesaikan hingga hari ini.

Sementara itu, meski perjanjian Camp David ini didukung sebagian besar warga Israel, tidak demikian dengan warga Mesir. “Perdamaian” yang tercipta antara Mesir dan Israel cenderung dingin karena hanya dianggap perdamaian antara Israel dengan Presiden Anwar Sadat, dan bukan perdamaian antar-kedua bangsa.

Israel juga menolak melakukan negosiasi dengan PLO, meski PLO sudah diakui PBB sebagai entitas perwakilan bangsa Palestina. Kebuntuan ini berujung dengan berbagai kekerasan, misalnya Perang Lebanon 1982 dan pembantaian di kamp pengungsi Sabra dan Shatila pada 16-18 September 1982.

Pada 1987, pecahlah apa yang disebut dengan Intifada Pertama. Intifada ini adalah perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur. Intifada ini berlangsung hingga 1993, saat perjanjian Oslo ditandatangani.

Perjanjian Oslo

Pada awal 1990-an, PLO mengubah taktik perjuangannya. PLO mulai meninggalkan cara-cara keras menggunakan senjata dan mulai mencoba cara-cara diplomasi. Pada awal 1993, para perunding Israel dan PLO melakukan serangkaian pembicaraan rahasia di Oslo, Norwegia.

Pada 9 September 1993, Pemimpin PLO Yasser Arafat mengirim surat kepada PM Israel Yitzhak Rabin. Isi surat itu adalah PLO mengakui hak hidup Israel dan secara resmi meninggalkan cara-cara perjuangan bersenjata.

Pada 13 September 1993, Arafat dan Rabin menandatangani perjanjian di Washington DC yang kemudian menjadi dasar negosiasi yang berlangsung di Oslo, Norwegia. Setelah melalui jalan panjang, proses perdamaian Oslo dimulai.

Selama proses perdamaian Oslo, kedua pihak diwajibkan merundingkan solusi dua negara. Namun, pembicaraan menuju solusi dua negara gagal dan PLO-Israel mencoba mencari kesepakatan yang saling menguntungkan. Proses pembicaraan ini akhirnya selesai pada 20 Agustus 1993.

Meskipun namanya adalah perjanjian Oslo, tetapi kesepakatan antara PLO dan Israel ini ditandatangani Yasser Arafat dan Yitzhak Rabin di Washington DC dengan disaksikan Presiden AS Bill Clinton. Saat itulah terjadi jabat tangan bersejarah Yasser Arafat dan Yitzhak Rabin.

Salah satu bagian penting Perjanjian Oslo ini adalah terbentuknya pemerintahan Otorita Palestina yang membawahi Jalur Gaza dan Tepi Barat. Di bawah perjanjian ini Palestina mulai mendapat wewenang memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Palestina bahkan sudah bisa membentuk perangkat pemerintahan, kepolisian, parlemen, dan institusi pemerintahan lain. Balasannya, Otorita Palestina harus mempromosikan toleransi terhadap Israel dan mengakui Israel untuk tetap eksis.

Pada 28 September 1995, Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat menandatangani Kesepakatan Interim Israel-Palestina. Di bawah kesepakatan ini, para pemimpin PLO bisa kembali ke daerah pendudukan dan memberikan otonomi kepada bangsa Palestina. Imbalannya tetap sama, yaitu mengakui keberadaan Israel dan meninggalkan cara-cara kekerasan dalam perjuangan.

Namun, kesepakatan ini ditentang Hamas dan sejumlah faksi radikal Palestina yang siap melakukan perjuangan bersenjata, termasuk aksi bom bunuh diri di Israel demi membebaskan Palestina. (sumber: NatGeo, Kompas)




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs