Menjelang Kematian, Bung Hatta “Ngigau” Salat
TERBARU , Tokoh 20:03
0
Shares

Religiusitas Bung Hatta tetap “menyala” walaupun tubuhnya mulai melemah. Tanggal 3 Maret 1980, Bung Hatta kembali dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Di kamar nomor 5 bagian Paviliun Cendrawasih, dia terbaring lemas. Dan, di sana ‘lah dia mengembuskan napas terakhirnya nanti pada 14 Maret.

Menurut kesaksian Ny. Saudah Husyn dan Merdias Almatsier, dua perawat yang selalu mendampinginya, Bung Hatta sering merasa waktu salat sudah tiba, padahal belum. “Acap kali beliau merasa sudah tiba waktunya salat, walaupun sebenarnya belum,” tutur Almatsier dalam tulisannya, Bung Hatta Pasien Yang Tabah dan Disiplin, 1981.

Di lain kesempatan, masih di ruang yang sama dia juga pernah bertanya kepada Ny. Saudah, “saya mau bersembahyang, suster.” Karena waktu salat belum tiba, Ny. Saudah menjawab begini, “sembahyang masih lama Pak, belum waktunya sekarang.”

Banyak orang pasti menyangka karena efek penyakitnya. Kalau memang faktornya itu, kenapa dia masih ingat rutinitas meneteskan obat pada matanya. Bahkan, dia sangat tepat waktu.

Kawan-kawan perawat dan saya sendiri selalu memperhatikan bahwa beliau selalu tepat minta diteteskan obat mata. Bapak juga selalu tepat waktunya dalam meminum obat. Semua jadwal perawatan dilakukan dengan teratur,” tulis Ny. Saudah dalam tulisannya, Pasien Yang Berhati Emas, 1981.

Tetapi ketika menyangkut urusan salat, Bung Hatta seperti orang yang tidak sabar. Dia bukan lupa waktu. Dia nampak ingin menyegerakan salat. Tentu hal ini tak lepas dari religiusitasnya yang mendalam.

Memang, selain dikenal sebagai nasionalis, dia juga seorang cendekiawan yang betul-betul paham soal keislaman. Buktinya, pada 9 Januari 1966, dia pernah mengisi acara Nuzulu ‘l Quran di Masjid Matraman. Dia bertindak sebagai pembicaranya.

Rangkuman pidatonya kemudian hari dicetak oleh penerbit Angkasa Bandung pada tahun itu juga dengan judul, Nuzul Quran. Sampulnya sederhana, berwarna hitam dan ditengahnya terdapat gambar matahari kuning yang di dalamnya tertera judul itu.

Dalam buku itu dia menjelaskan, “inti sari dari pada isi surat ini (maksudnya, Surah Al-Ma’un) ialah supaja orang muslim insaf akan arti sembahjang jang dikerdjakannja lima kali sehari semalam. Mengerdjakan sembahjang itu tidak berarti semata-mata menjembah Tuhan Jang Maha-Esa, tetapi dengan itu mengerdjakan pula segala suruhan Allah mengadakan kebaikan di atas bumi terhadap sesama manusia.” (Mohammad Hatta, Nuzul Quran, 1966).

Fakta ini menunjukkan bahwa Bung Hatta memang orang yang sangat religius. Tak heran kalau kemudian saat sakitnya semakin parah ‘pun, dia tetap ingat salat.

Selain gemar salat, masih menurut suster Saudah, selama sakit Bung Hatta juga senang menonton acara ceramah keagamaan di televisi, terutama ketika pengisi materinya adalah Buya Hamka. “Beliau akan tampak bersemangat mendengarkannya,” tuturnya. (Meutia Farida Swasono, Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan, 1981).

Karena Bung Hatta memang sangat menyukai Buya Hamka. Dan, pada upacara pemakamannya nanti 15 Maret 1980, Buya Hamka ‘lah yang memimpin doa.

Di samping kuburannya, dia berkata sambil menangis, “…145 juta rakyat Indonesia berhutang budi kepada beliau. Kalau tidak beliau bersama Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dulu, maka kami belum merdeka...” (Amrin Imran, Mohammad Hatta: Pejuang Proklamator Pemimpin Manusia Biasa, 1981).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs