Maulwi Saelan: Legenda Penjaga Bung Karno & Gawang Timnas Garuda
TERBARU , Tokoh 03:11
0
Shares

Dialah Maulwi Saelan: Legenda Sepak Bola Indonesia yang kini telah wafat meninggalkan sejarah panjang tentang kontribusi tak terhingga bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya di bawah mistar gawang Tim Garuda, tapi juga di sisi Presiden Sukarno sebagai ajudan pribadinya.

Karir sepak bolannya dimulai ketika sang ayah membangun klub bernama MOS di Makassar. Klub itu membutuhkan kiper. Sang anak, Maulwi mencoba mengisi kekosongan itu. Dan, siapa sangka, ternyata ia begitu berbakat mengamankan mistar gawang.

Ketika hijrah ke Jakarta, saat usianya masih relatif muda, 22 tahun pada 1948, ia dipercaya pertama kalinya untuk menjadi kiper tim Jakarta Raya PON I pada 1948 di Solo. Jejak langkah professional pertama yang kemudian membawanya menjadi legenda sepak bola Indonesia.

Pada 1953, ia menjadi kapten dan kiper tim Sulawesi Selatan PON III pada 1948 di Medan. Karir sepak bola nasionalnya itu berlanjut hingga 1962. Di antaranya juga sebagai kiper dan kapten timnas Indonesia di ASIAN Games 1951 New Delhi, Asian Games 1954 Tokyo, Olimpiade 1956 Melbourne, Juara Pra Piala Dunia Zona Asia 1958, Tur Asia (Manila-Hongkong-Bangkok) 1955, Tur Eropa Timur (Rusia, Yugoslavia-Jerman Timur-Chekoslowakia) 1956.

Pengalamannya di lapangan hijau itu mengantarkannya dipercaya menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 1964-1967.

Setelah tak lagi berkarir di lapangan hijau, ia tetap memilih untuk berdedikasi bagi dunia sepak bola. Pada Agustus 1979, ia menulis buku sepak bola, juga tercatat pernah menjadi Pengurus Yayasan Sekolah Sepakbola Indonesia (YSSI), Pengurus Gawang Jakarta, Pengurus Remtar Jakarta, Pengurus Persija Jakarta. Dilanjutkan dalam kurun waktu 1977-1981 sebagai Pengurus PSSI, Ketua Evaluasi dan Teknik Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Ketua Dewan Pelatih/Korp Pelatih PSSI, Chief de Mission bersama Tim Manajer Timnas Indonesia Sutjipto Suntoro di 16 Besar Piala Dunia Yunior. Dan akhirnya, sejak 1991 sampai 1999, ia menjadi Dewan Penasehat PSSI.

Di samping itu, sisi lain Maulwi Saelan adalah perjuangannya melawan penjajah pasca-Kemerdekaan RI. Sesuatu yang seolah memang telah menjadi takdirnya sebagai anak dari Amin Saelan yang tercatat sebagai tokoh perjuangan dan pendiri Taman Siswa di Makassar dan adik dari Emmy Saelan yang dikenal sebagai pejuang wanita Indonesia.

Dalam karir perjuangan itu, ia juga dikenal sebagai ajudan Presiden Soekarno paling setia. Ia bertuga sebagai ajudan di masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf dan Wakil Komandan Tjakrabirawa (kini Paspampres). Ia menemani Bung Karno bukan hanya dalam suka, tapi juga duka di akhir hidupnya. Karenanya, ia adalah orang yang sangat tahu Soekarno di saat-saat kritis dalam masa peralihan kekuasaan 1965-1966.

Kini, Sang Legenda telah tiada. Ia telah melakoni dua peran sebagai “penjaga”: gawang Timnas Garuda dan Presiden Sukarno. Kini, kita yang patut membalas budinya, sebisa mungkin, dengan juga mengambil peran sebagai “penjaga”: penjaga sejarah dan cita-citanya bagi bangsa.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs