Makanan Favorit Bung Karno
Serba-Serbi , TERBARU 20:32
0
Shares

Tentu sudah banyak yang tahu sejarah perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari lahir sampai mati. Tapi bagaimana ketika ditanya, “apa makanan favorit Bung Karno?” Mungkin sedikit orang yang tahu.

H. Mangil Martowidjojo, mantan pengawal pribadi Bung Karno adalah orang yang bisa membantu untuk menjawab pertanyaan itu. Dalam bukunya, Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967 (Grasindo, 1999), dia menceritakan apa saja makanan favorit Sang Proklamator itu.

Dalam buku itu, dia memaparkan—bila disimpulkan—ada sekitar 20 menu yang sangat dia sukai dan sempat terekam. Yakni terdiri dari 15 makanan, 3 minuman, dan 2 buah.

Makanan
1. Nasi jagung
2. Sayur lodeh
3. Sayur asem
4. Telur mata sapi
5. Ikan asin
6. Sambal terasi
7. Sayur daun singkong
8. Tempe goreng
9. Roti bakar
10. Mie goreng
11. Nasi goreng
12. Ayam goreng
13. Sate ayam
14. Bagar hiu
15. Rawon

Minuman
1. Kopi tubruk
2. Teh
3. Madu Tawon

Buah
1. Sawo
2. Pisang

Terkait nasi jagung, dia pernah bilang, “Jagung ini melambangkan dunia tani. Dibandingkan beras jagung ini lebih menunjukkan kekuatan.” Dalam memilih makanan saja, Bung Karno masih saja mengaitkan dengan ideologi marhaenismenya.

Sedangkan ikan asin, sambal, dan sayur daun singkong merupakan menu sarapannya di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain itu, bisanya dia juga makan tempe goreng dan roti bakar.

Ketika makan dia tak suka pakai sendok dan garpu. Sangat jarang melihatnya makan dengan cara seperti itu, demikian kesaksian Mangil. Dia lebih gemar menggunakan tangan seperti cara makan petani-petani desa.

Adapun cuci mulut seletah makan, dia biasanya pilih sawo dan pisang. Minumannya, kadang teh, kalau bukan itu kopi tubruk, atau madu tawon.

Untuk kopi tubruk, dia punya resep tersendiri. Maklum, dia memang penikmat kopi. Dia biasa menyedu kopi dalam satu cangkir, bubuknya hanya satu sendok dan gulanya satu setengah. Di tangannya, kopi diperlakukan sangat manja.

Kalau tak sempat makan di rumah, biasanya dia makan di luar. Warung yang sering dia kunjungi adalah Rumah Makan Tungkong. Lokasinya berada di kawasan Menteng, persis di dekat Patung Tani. Di warung itu, menu yang sering dia pesan adalah nasi goreng, ayam goreng, mi goreng dan sate ayam.

Terkait sate, dia punya cerita khusus. Dalam buku otobiografinya, Penyambung Lidah Rakyat, dikisahkan bahwa pada 18 Agustus 1945, Bung Karno membeli sate 50 tusuk. Sehari setelah membacakan teks Proklamasi, dia mengadakan pesta dengan menu itu bersama koleganya.

Yang unik dari cerita ini, mereka merayakan pesta makan sate itu di pinggir jalan sembari jongkok. “Ku makan sateku dengan lahap, dan inilah seluruh pesta atas pengangkatanku sebagai Kepala Negara,” kata Bung Karno.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs