“Kubah Biru”: Masjid Bung Karno di Rusia
Tempat , TERBARU 18:32
0
Shares

Dalam buku Sahabat Lama, Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia (2010), Tomi Lebang menceritakan kisah Bung Karno di Rusia. Salah satu cerita yang menarik adalah “Masjid Biru”.

Pada tahun 1956, selaku Presiden Indonesia, Bung Karno melakukan kunjungan resmi ke Uni Soviet. Kunjungan itu berlangsung dari bulan Agustus s/d September.

Singkat cerita, dia bertandang ke Leningrad, sebuah kota berlanskap indah “yang tak kalah dengan Paris” tulis Tomi. Di kota itu, dia bersama rombongannya berjalan-jalan menikmati panorama indah.

Ketika tiba di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi Sungai Neva, dari kejauhan Bung Karno melihat sebuah bangunan megah lengkap dengan kubah berwarna biru dan dua menara menjulang tinggi.

Mendapatinya, dia penasaran. Dia mengajak rombongannya untuk mampir ke gedung itu. Dia ‘pun akhirnya berangkat ke sana dan mendapat kesempatan langsung untuk menyaksikan, itu bangunan apa sebenarnya.

Ternyata, itu adalah masjid. Awalnya masjid ini dibangun pada tahun 1910 tatkala jumlah umat muslim di negara tersebut baru mencapai 8.000 orang. Gedung megah ini dirancang oleh seorang arsitek yang bernama Nikolai Vasilyev.

Adapun izin pembangunannya diberikan oleh Tsar Nicholas II. Namun sejak sistem pemerintahannya berganti komunis, masjid itu dialihfungsikan menjadi gudang.

Setelah mengetahuinya, Bung Karno langsung membatalkan sejumlah jadwal kunjungan yang sudah direncakan. Dia lebih memilih untuk mengurus masjid itu.

Karena dia sedih melihatnya. “Masjid termegah di Eropa, masa iya dijadikan gudang,” mungkin begitu pikirnya. Dia akhirnya melakukan “sesuatu”.

Setelah dari gedung tersebut, dia langsung menemui pimpinan Rusia. Ketika ditanya bagaimana kesannya di Leningrad, Bung Karno malah bercerita tentang masjid itu.

Beberapa hari berikutnya, dia mengutarakan keinginannya kepada Nikita Khrushchev kala bertemu di Moscow. Dia minta supaya Uni Soviet segera kembali memfungsikan bangunan itu sebagaimana awal, yakni sebagai masjid.

Ternyata permintaannya langsung dikabulkan. Pemerintah tersebut mengembalikan fungsi bangunan itu sebagai tempat ibadah umat Islam hanya 10 hari paska-kunjungan Bung Karno. Dan sejak itu, jadilah gedung tersebut kembali sebagai masjid.

Itulah masjid yang kelak dikenal sebagai Masjid “Sukarno”. Berkat Bung Karno, masjid itu sampai sekarang dapat digunakan oleh umat Muslim di Rusia.

Dengan kubahnya yang biru, masjid itu menghias kota Leningrad, sebuah kota yang kemudian berganti nama menjadi St. Petersburg. Dan, oleh karena itu makanya masjid itu juga dikenal sebagai Masjid Agung St. Petersburg.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs