Koran Pertama Berbahasa Jawa
Serba-Serbi , TERBARU 17:27
0
Shares

Jauh sebelum kemerdekaan, di negeri ini sempat beredar koran berbahasa Jawa. Koran pertama yang menggunakan bahasa itu adalah Bromartani sebagaimana diwartakan dalam buku Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan (1995) karya Ahmat Adam. Surat kabar ini didirikan pada Januari 1855.

Kali pertama peredarannya berlangsung pada tanggal 29 Maret di Surakarta. Lembaga penerbitnya adalah Hartevelt, salah satu perusahaan penerbit Belanda. Biaya cetak awal menghabiskan modal sebesar 400 gulden.

Koran tersebut merupakan surat kabar mingguan. Ia terbit seminggu sekali, yakni tiap hari Kamis. Harganya di pasaran senilai 12 gulden. Dalam penyajiannya, koran ini tak menggunakan bahasa Jawa biasa melainkan Kromo Inggil, bahasa Jawa tingkat tinggi.

Di dalamnya ‘pun tak hanya memuat kabar umum seperti pergantian pejabat, industri, jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal, kematian, produk, iklan lelang dan berita-berita kejadian lain. Koran yang sejak awal merupakan media konsumsi berita kalangan aristokrat itu juga menyajikan tema-tema ilmu pengetahuan modern. Dari itu tak heran bila banyak murid-murid sekolah yang berada di Surakarta—sebagai pusat pendidikan model Eropa kala itu—tertarik membacanya.

Demikian pula dengan tema-tema sastra. Bahasan semacam itu tak luput pula dari perhatian koran itu. Salah satu penulis yang sering mengisi rubrik tersebut adalah Ronggowarsito, pujangga istana Kasunanan Surakarta. Kelak, dia dipercaya sebagai dewan redaksi dan penulis tetapnya.

Kehadiran media cetak tersebut merupakan terobosan baru terkait perkembangan wacana di tanah Jawa saat itu. Gagasan penerbitan koran ini berawal dari ide seorang pemuda bernama Carl Friedrich Winter (1799-1859). Kelak, dia dikenal sebagai pendirinya.

Dia adalah anak Johannes Wilhelmus Winter, seorang penerjemah resmi bahasa Jawa. Meski tak mengenyam pendidikan formal, setelah besar dia tetap bisa menjadi ahli bahasa. Karena, ayahnya sendirilah yang mendidiknya.

Dalam buku Legium Mangkunegaran (1808-1942): Tentara Jawa-Perancis Warisan Napoleon Bonaparte (2011), sebagai penulis Iwan Santosa menceritakan pada Bab II tentang siapa pemilik nama Carl itu.

Pada tahun 1818, Carl menjadi asisten penerjemah di Surakarta. Lalu, dia bekerja di catatan sipil pada 1828. Pada tahun berikutnya, dia memegang jabatan baru, yakni sebagai Direktur Institut Bahasa Jawa di Surakarta: sebuah lembaga yang menyediakan pendidikan bahasa bagi para pegawai Binenland Bestur (Kementerian Dalam Negeri zaman Hindia-Belanda).

Namun karena lembaga tersebut ditutup pada 1843, dia kehilangan pekerjaan. Dia baru mendapatkan jabatan lagi setelah Kerajaan Belanda mendirikan lembaga serupa di Delft. Karena keahliannya dalam bidang bahasa Jawa, Profesor Taco Roorda—ahli bahasa di Delft—memanggilnya.

Nah, setelah itu pada tahun 1855, dia mendirikan koran Bromartani itu. Selain mendirikan koran, pengaruhnya dalam bidang bahasa Jawa diakuai. Salah satu orang yang pernah belajar banyak kepadanya adalah Mangkunegara IV.

Lelaki yang juga punya nama Raden Mas Ario Gondokusumo itu dikenal sangat akrab dengannya. Hubungan persahabatan mereka sangat erat. Bahkan, RMA Gondokusumo sering berkunjung ke rumah temannya itu.

Suatu ketika, Carl pernah menunjukkan karyanya kepada Raden yang kelak menjadi Adipati Mangkunegaran (1853-1881) itu. Karya yang dia tunjukkan adalah sebuah kamus bahasa Jawa. Melihatnya, si Raden kagum. Dari situ dia terus tertarik untuk menyerap ilmu yang ada di kepala kawannya.

Berkat persahabatannya dengan Carl, dia dapat melahirkan karya lebih dari 40 buku. Salah satunya yang paling terkenal adalah Serat Wedhatama. Karena merasa jasa temannya itu sangat banyak baginya, kelak dia membayar “hutang” itu.

Setelah berjaya, dia membentuk sekolah tentara (Soldat Sekul) dan mengangkat Carl sebagai penerjemah buku panduan latihan untuk para siswanya. Dari tangannya kemudian lahir kitab “Layang Pranatan Soldat Sekul”. Dan, saat masih berjaya pula dia memberikan izin bagi Carl untuk mendirikan koran Bromartani.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs