Kondom, Fitnah Seks dan Protes ‘98
Peristiwa , TERBARU 06:13
0
Shares

SejarahRI.com – Dua puluh tahun silam, Mei 1998 protes besar berlangsung di Jakarta. Ribuan aktivis dari berbagai aliansi mahasiswa turun ke jalan melakukan demonstrasi.

Mereka menuntut Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden. Puncaknya adalah ketika mereka berhasil menduduki Gedung DPR.

Aksi ini yang menjadi salah satu sebab penting bergulirnya apa yang disebut dengan “reformasi” itu. Lantaran protes keras mereka, sang otorites penguasa Orde Baru itu ‘pun harus lengser.

Tentu, ini merupakasan prestasi luar biasa. Namun, di balik aksi tersebut ternyata terdapat kisah gelap yang perlu diungkap.

Kondom Misterius

Sebagaimana dilansir oleh Liputan6, banyak kondom berserakan di Gedung DPR itu. Ini terjadi saat para demonstran menginap di gedung tersebut selama 11 hari.

Kisah ini dituturkan oleh seorang saksi mata bernama Jaja Ahmad. Dia adalah pria berumur 37 tahun yang kerja di lingkungan Gedung DPR sejak 1997.

Berdasarkan kisahnya, saat itu dia temukan banyak kondom berserakan. “Banyak banget pokoknya, berapa karung itu kalau dikumpulin semua,” katanya.

Dia menemukannya di beberapa toilet Gedung Nusantara I dan di tempat-tempat lain. “Saya mendapat cerita sama ketika 1998 reformasi itu, ada juga teman bersihin kondom yang ada. Tapi itu enggak tahu dari mana ‎tiba-tiba pas reformasi ada itu kondom,” tuturnya.

Selain dia, ada juga kesaksian yang datang dari Aam Abdullah, rekan sekantornya. Aam bilang, “Wah, saya bersihin waktu itu ada kali 5 karung mah, banyak bener kondomnya. Ada yang bekas banyak juga yang belum dipakai.”

Namun dia tak berani untuk mengungkap dari mana asalnya kondom-kondom itu datang. Dia hanya mengatakan bahwa kondom-kondom itu terdapat di sudut-sudut gedung dan beberapa toilet.

Itu kondom-kondom bisa saja buat pengalihan isu, agar pendemonya diusir karena ditemukan banyak kondom. Tapi enggak tahu juga sih. Tapi mungkin bukan milik para mahasiswa yang demo nginep itu,” katanya.

Memang saat itu terdapat upaya penggembosan aksi yang entah dilakukan oleh siapa. Sampai sekarang belum diketahui.

Salah satu caranya adalah dengan melempar isu seks bebas di Gedung DPR selama mahasiswa menginap. Karena laki-laki dan perempuan bercampur.

Kesaksian seacam ini sempat diutarakan oleh Hermawan Sulistyo dalam Lawan: Jejak-jejak Jalanan di Balik Kejatuhan Soeharto (2002). Dalam buku ini, dia memaparkan kisah perjalanannya sebagai demonstran.

Bahwa, memang ketika massa sudah berkumpul banyak kondom datang secara tiba-tiba. Bagi dia, ini merupakan fenomena aneh dan seperti disengaja oleh pihak tertentu.

Dia menulis, “gosib dan isu berkeliaran, mahasiswa ‘merampok’ kantor dan ruang-ruang para anggota DPR, serta menggunakan ruang-ruang di sana untuk ‘pesta seks bebas’. Mungkinkah ada yang berani melakukan ‘pesta seks’ seperti itu di tengah ribuan mahasiswa dan rakyat lain yang sama-sama berada di gedung itu? Jawabannya jelas mustahil.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs