Kisah Penangkapan Kartosuwirjo
TERBARU , Tokoh 15:09
0
Shares

SejarahRI.com – Kartosuwirjo adalah teman Soekarno sewaktu masih sama-sama remaja di bawah asuhan Tjokroamonoto. Mereka berdua tumbuh dewasa sebagai pembela Tanah Air dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Namun meski demikian, mereka punya kiblat politik yang berbeda. Soekarno memilih jalan nasionalisme. Sedangkan Kartosuwirjo ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).

Perbedaan ini yang kelak membuat persahabatan mereka retak. Bahkan, Kartosuwirjo terpaksa harus dieksekusi mati di bawah rezim sahabatnya sendiri (Soekarno).

Dalam politik, kata sahabat abadi memang tak pernah berlaku. Karena yang abadi dalam politik adalah kepentingan. Sekalipun sahabat, bila mengganggu kepentingan harus disikat.

Setuju atau tidak, demikian faktanya. Oleh Soekarno (dan beberapa kalangan lain, termasuk tentara tentunya), Kartosuwirjo dianggap mengancap keamanan nasional. Karena cita-cita dan gerakan politiknya dianggap bertentangan dengan konstitusi yang telah sah.

Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk melaksanakan penangkapan. Salah satu agenda utamanya adalah membentuk pasukan khusus.

Pasukan khusus yang dibentuk sebagai anti-Darus Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) diberi nama Kesatuan Komando TT III Siliwangi. Kesatuan ini beroperasi di bawah pimpinan dan bimbingan Mayor Idjon Djanbi.

Orang yang dapat masuk ke kesatuan ini tak sembarang prajurit. Mereka benar-benar diseleksi secara ketat sehingga yang berhasil dididik menjadi pasukan khusus yang handal.

Setelah mendapat pelatihan khusus, mereka, para pasukannya langsung dikirim ke medan tugas. Misi yang dijalankan adalah menangkap Kartosuwirjo. Namun berbagai rencana gagal (baca: Merdeka.com).

Pasukan Kartosuwirjo memang dikenal sangat hebat. Selain itu, hutan adalah medan mereka. Karena sehari-hari mereka memang tinggal di sana.

Kartosurwirjo baru bisa tertangkap oleh pasukan Letda Suhada yang terdiri dari Peleton 2 Kompi C Yon 328 Siliwangi pada 4 Juni 1962. Mereka berhasil menyergapnya di Gunung Geber, Majalaya.

Saat disergap, Kartosuwiryo sedang sakit. Karena sakit dia tak diangkut dengan truk tentara melainkan dibawa dengan ambulan.

Ambulan yang digunakan adalah sebuah mobil putih yang sekarang berada di Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Bandung. Mobil itulah yang menjadi saksi bisu detik terakhir Kartosuwirjo.

Ambulan yang dijuluki Si Gajah atau Si Dukun ini merupakan pabrikan Chevrolet Karoseri General Motor Jakarta. Awal operasi yakni pada 1947.
Namun sejak 1957 sampai dengan 1962, ambulan yang dihibahkan oleh Dinas Kesehatan Bandung ini menjadi kendaraan khusus pengangkut korban DI/TII.

Selain itu, ambulan ini juga pernah membantu operasi militer Kodam III Siliwangi dalam menumpas gerombolan di daerah Cihanyir, Rancakole, Ibun, Paseh, Ciekek Cijapati, dan Majalaya. Hingga puncaknya adalah membawa tubuh Kartosuwirjo sebelum dieksekusi mati (baca: Sindonews.com)




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs