Kisah Lucu Bung Karno Inspeksi Penari Perut
TERBARU , Tokoh 01:27
0
Shares

SejarahRI.com – Berbicara tentang Bung Karno tak ada habisnya. Dia adalah sosok yang kaya pengalaman dan selalu menarik untuk diungkap. Salah satu kisahnya yang sangat lucu adalah ketika dia sedang melakukan kunjungan ke Mesir.

Kira-kira, Juli 1955, bersama rombongannya, Bung Karno mendarat di Bandara Udara Kairo. Dia langsung menuju salah satu penginapan yang ada di Negeri Piramida itu. Ketika sampai, Bung Karno berniat untuk langsung istirahat. Dia lelah sekali.

Dia ingin tidur yang nyenyak sehingga agenda kunjungannya dapat dijalankan dengan baik. Sebagaimana saran dokter pribadinya, kalau tidak begitu ditakutkan Bung Karno jatuh sakit atau kondisi badannya melemah.

Sebab, sebelum mendarat di Mesir, Bung Karno telah berkeliling ke sejumlah negara di dunia demi kepentingan bangsanya. Oleh karenanya, mumpung malam itu jadwal kosong, dia ingin memanfaatkannya untuk istriharat. Namun niat itu tak terlaksana.

Ketika baru saja merebahkan punggungnya, tiba-tiba ada orang yang mengetok pintu kamarnya. Rupanya, orang itu adalah Jenderal Sabur, ajudannya. Mendapati ajudannya mengganggu waktu istirahatnya, Bung Karno langsung naik pitam.

Padahal, Sabur belum sepenuhnya membuka pintu. “Heh, Bur ada apa kau datang malam-malam begini?!?” Aku kan sudah bilang aku mau istirahattt!!!” bentak Bung Karno. “Eh, eh, maaf Pak kami mengganggu, i…inii … p … p … aak …” sahut Sabur terbata-bata.

Soekarno: “Aaaapppaaaa … ini .. ini … hah!

Sabur: “Ini … pak … a … ada … u … utusan … dar …

Soekarno: “Dari mannnaaaaaa??? … persetaaaaannn!! … aku mau molor!!

Sabur: “Ada utusan Presiden Nasser Pak!!!

Soekarno: “Tidddaaaaakkkkk … fffffferrddullllliiii … Haaaah… apaaaaa?!?!?! .. .

Sabur: “Ada utusan Presiden Nasser Pak!

Soekarno: “Maneh gelo! . . . kunaon maneh teu ngomong’ ti tadiiiii!!! (kamu gila … kenapa tidak ngomong dari tadi!!).”

Sabur: “?!?!?!?!?!?! …

Soekarno: “Siapa utusannya???

Sabur: “Marsekal Amir Pak …

Soekarno: “Di mana dia sekarang?

Sabur: “… iiinnniiiiii … p … pak … aya di pengker abdiii (ada di belakang saya).

Soekarno: “Lailahhh … silahkan dia masuk cepaaattt!!!

Tatkala masuk ke Kamar Bung Karno, Marsekal Hakim Amir langsung memberi hormat. Bung Karno tampak santai. Dia hanya memakai kaos obling dan celana piyama. Maklum, sebab dia mau tidur.

Wah Saudara Amir maafkan keadaan saya masih begini, maklumlah sudah mau tidur …” tutur Bung Karno mencairkan suasana. “Ooh, tidak apa-apa Paduka Yang Mulia…” jawab Amir dengan tenang.

Ah, ya sudahlah tidak usah resmi-resmian. Mari silahkan duduk,Bung Karno mempersilakan duduk utusan itu. Setelah lelaki bernama Amir itu duduk, Bung Karno langsung memulai percakapan inti. “Bagaimana Saudara Amir, ada persoalan apa?

Amir: “Begini Paduka Yang Mulia. Eh, Presiden Nasser mengutus kami untuk mengantarkan Paduka Yang Mulia inspeksi.”

Soekarno: “Inspeksi??? Kapan akan diadakan inspeksi??

Amir: “Sekarang Paduka Yang Mulia … !

Soekarno: “Hoooohhh … ?! ?!?! Sekarang? … Malam ini???

Amir: “Ya … Paduka Yang Mulia. Presiden Nasser mengundang Paduka Yang Mulia untuk inspeksi malam ini.”

Soekarno: “Haaaahhhh, bagaimana ini, mengapa mendadak sekali?? Apakah Saudaraku Nasser tidak kasihan kepadaku? Saat ini aku betul-betul sangat lelah sekali. Sampai-sampai dokter pribadiku menasehatkan aku agar malam ini benar-benar bisa istirahat. Seperti Saudara Amir ketahui sebelum ke Mesir sini aku sudah berkeliling ke negara-negara yang lain dengan acara-acara yang bukan main beratnya yang menghimpit aku punya pikiran dan fisik. Apakah dalam hal ini Saudaraku Nasser tidak bisa memberikan sedikit kelonggaran buatku dangan tidur tenang malam ini???

Amir: “Kami akan coba sampaikan Paduka Yang Mulia …

Soekarno: “Tolonglah Sdr. Amir jelaskan pada Saudaraku Nasser mengenai keadaanku saat ini. Aku benar-benar butuh istirahat barang semalam. Aku tahu bahwa Saudaraku Nasser adalah orang yang luar biasa vitalitasnya dan akupun setuju sepenuhnya
kepada pendapatnya bahwa untuk pejuang-pejuang
Revolusioner tidak ada istilah “istirahat”.

Karena Revolusi itu sendiri adalah suatu kontinuitas yang tak pernah istirahat, tetapi … apalah salahnya bila ia memberikan kepada seorang sahabatnya untuk semalam ini saja kesempatan agar bisa tidur dengan nyenyak di Kairo yang indah ini.”

Amir: “Baik Paduka Yang Mulia kami akan sampaikan pada Presiden kami. Akan tetapi, Paduka Yang Mulia yang akan kita inspeksi adalah…

Soekarno: “Yaaaaaa, aku tahu kalian baru saja memiliki peralatan·peralatan perang yang mutakhir yang menurut laporan yang aku dapat dari beberapa kalangan bahkan beberapanya merupakan guided misiles yang, ho…ho… membuat aku iri!!

Amir: “Tapi… Paduka Yang Mulia maksud saya bukan itu..

Soekarno: “Aaaahhh…dengan seorang sahabat sejati tidak perlu menutup-nutupi soal. Kau kira aku tidak tahu mengenai perihal persenjataan R.P.A. yang baru? Ha…ha…. Akupun punya Badan Intel yang jempolan.

Amir: “Paduka Yang Mulia … saya tidak menyangkal soal itu! Kami yakin akan kemampuan pertahanan negara Paduka Yang Mulia. Tetapi, soalnya adalah…

Soekarno: “Soal apa lagi?! Kalau bukan itu soalnya??

Amir: “Soalnya adalah bahwa Presiden kami mengundang sahabat beliau yaitu Presiden Republik Indonesia untuk menginspeksi para penari-penari perut di seluruh pelosok kota Kairo ini! Dan untuk itu kami diperintahkan untuk menyampaikannya pada Paduka Yang Mulia!

Soekarno: “Oohhh yaaaa?? Ho…ho…ho… Kenapa tidak bilang dari tadi!?!?!

Amir: “Ehm, tidak sempat, Paduka Yang Mulia!

Soekarno: “Sampaikan pada Saudaraku Nasser bahwa Sukarno dari Indonesia akan siap dalam 10 menit!!!

Catatan

Kisah ini diceritakan oleh putra sulung Soekarno, Guntur Soekarno dalam bukunya Bung Karno: Bapakku, Kawaanku, Guruku (1978). Guntur sendiri mendapatkan cerita ini langsung dari Bung Karno sendiri di Wisma Yaso, rumah pribadi Ibu Dewi, istri Bung Karno yang kelima. Selain itu, kisah ini juga sempat ditururkan pula oleh Syamsu Hadi dalam Tragedi Bung Karno: Perjalanan Terakhir Seorang Proklamator (1978). Lalu kemudian diangkat secara serempak oleh berbagai media, di antaranya adalah Tempo.coDetik.comMerdeka.com.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id