Kisah KH. Hasyim Asy’ari Hobi & Jago Silat
TERBARU , Tokoh , Uncategorized 17:04
0
Shares

Jika KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) hobi bermain sepak bola, maka beda lagi dengan KH. Hasyim Asy’ari. Hobi beliau adalah pencak silat. Beliau selalu meluangkan waktu rutin untuk menyalurkan hobinya itu. Hobi itu juga didorong oleh kondisi masyarakat saat itu. Sehingga tak heran jika santri Pesantren Tebuireng saat itupun diajarkan pencak silat.

Sebab, sebagaimana ditulis M. Sanusi dalam Kebiasaan-kebiasaan Inspiratif K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari, saat itu, Dusun Tebuireng menjadi sarang kriminalitas dan maksiat. Bahkan, pembunuhan sering terjadi di sana. Namun, kondisi itu yang justru membuat beliau tertarik memulai dakwahnya di sana. Sebab, bagi beliau, Dusun Tebuireng sedang ‘gersang’ akan nilai-nilai agama sehingga terjerumus dalam kriminalitas dan kemaksiatan. Karenanya, dusun itu butuh sosok pendakwah untuk menjadi ‘oase’ di sana. Maka, tinggallah beliau di sana bersama istrinya, Nyai Khadijah.

Saat awal dakwah di sana, beliau terus mendapat ancaman dan serangan. Bahkan, para santrinya hingga harus ronda tiap malam untuk keamanan. Dan, tak jarang terjadi pertengkaran antara mereka dan warga yang mau menyerang.

Maka, dengan bantuan dari lima kiai asal Cirebon, Mbah Hasyim dan para santrinya belajar pencak silat yang kemudian menjadi hobi beliau. Maka, sejak saat itu, mereka menjadi mampu bela diri dan disegani oleh warga sekitar. Para pengacau dan kriminil di sana juga hengkang dari dusun itu. Lokasi pelacuran dan perjudian ‘pun digusur dari sana.

Sejak itu, Kiai Hasyim mulai kebanjiran santri hingga 200 orang. Dan sejak itulah pengaruhnya mulai terbangun hingga menjadi pendiri Nahdlatul Ulama dan salah satu ulama terbesar dan paling berpengaruh di Nusantara.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id