Kisah Bung Karno Ditembak Saat Rukuk
TERBARU , Tokoh 16:30
0
Shares

Pada saat Hari Raya Idul Adha, 14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum. Pihak istana mengadakan ibadah serentak di tempat itu. Banyak warga berbondong-bondong untuk mendatanginya.

Bersama umat muslim, Bung Karno ‘pun turut hadir. Lantaran presiden ikut berjamaah, penjagaan diperkatat. Di setiap sudut para prajurit bersiaga. Mereka tak ingin tuannya kenapa-napa.

Ketika salat dimulai, keadaan masih tenang dan belum ada tanda kejadian apa-apa. Semuanya tampak normal. Namun tatkala rukuk, tiba-tiba terdengar suara teriakan takbir seorang pria disusul bunyi tembakan.

Pria yang teriak berada di barisan pertama. Di tangannya sudah ada sepucuk pistol. Saat hendak memencet platuknya, dia keluar dari barisan. Dia rupanya mengarahkan peluru itu ke tubuh Bung Karno.

Namun apa yang terjadi? Pada tembakan pertama, peluru itu meleset. Ia nyasar dan mengenai Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin.

Karena pada tembakan pertama meleset, si penembak memencet platuk tembaknya lagi. Bunyi ledakan peluru kembali terdengar. Namun lag-lagi gagal. Sukarno tetap selamat.

Berdasarakan kisah lain, yang tertembak bukan Zainul tapi dua orang polisi, Amoen dan Susilo. Mereka tertembak karena mencoba menyelamatkan Bung Karno. Mereka bergerak cepat menutupi tubuh presiden.

Akhirnya, peluru itu menyasar ke dada Amoen dan menyerempet kepala Susilo. Beruntung keduanya masih bisa diselamatkan. Setelah itu, Bung Karno langsung dievakuasi dan pelakunya ditangkap.

Siapa sih pelakunya? Ada dua versi mengenai ini. Pertama, ada yang mengatakan pelakunya adalah Moh Bachrum, seorang kyai yang memimpin pemberontak DI/TII. Dan versi kedua menyatakan bukan dia tapi orang suruhannya.

Kenapa peluru bisa meleset? Padahal jarak akurasinya sangat dekat. Secara logika kalau si penembak dalam keadaan sadar—dalam artian tak sedang mabuk—dan senjatanya normal, kemungkinan besar tembakan akan tepat sasaran.

Namun kenapa aksi tersebut bisa gagal? Ketika selesai diinvestigasi, pelaku mengaku bahwa dia melihat dua bayangan Soekarno. Dari itu, tembakannya meleset. Pandangan dia dibuat kabur saat itu.

Lantaran melakukan aksi nekat tersebut, si pelaku itu dikenai hukuman mati. Tapi Bung Karno menolak hukuman itu. Dia tak mau tanda tangan karena tak sampai hati melakukannya.

Insiden ini mendapatkan perhatian khusus Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jendral Abdul Haris Nasution. Dia menyarakan supaya Bung Karno membentuk pasukan khusus pengamanan pribadi dan keluarganya.

Dari sejak itulah rencana awal pembentukan pasukan Tjakrabirawa dimulai. Akhirnya, pada 6 Juni 1962 bertepatan pada hari ulang tahunnya, Soekarno mengeluarkan surat resmi keputusan pembentukan resimen kawal itu.

Pasukan yang dipilih adalah anggota-anggota terbaik dari empat angkatan, yakni AD, AURI, AL, dan Polri. Dan, pasukan ini yang kelak menjadi cikal bakal Paspampres (Tribunnews.com).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs