Kenapa KAA Berlangsung di Bandung?
Tempat , TERBARU 20:39
0
Shares

Awal 1955, Bandung terlihat tak seperti biasanya. Kota kembang ini dipercantik sedemikian rupa. Jalanan, taman, dan hotel-hotel diperbaiki.

Hotel Preanger, Hotel Homann, dan 12 hotel lainnya, semua fasilitasnya dicek ulang. Selain itu, 31 bungalow di sepanjang Jalan Cipaganti, Lembang, dan Ciumbuleuit, ditinjau kembali.

Ada apa gerangan? Ternyata karena sebentar lagi akan ada tamu dari berbagai negara. Perwakilan dari 29 negara di Asia Afrikan akan bertandang ke sana.

Dalam rangka penyambutan itu, pada tanggal 3 Januari dibentuklah susunan panitia khusus. Ketua yang terpilih adalah Sanusi Hardjadinata, Gubernur Jawa Barat.

Tugas mereka adalah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan. Di antaranya seperti, logistik, transportasi, kesehatan, komunikasi, keamanan, hiburan, protokol, penerangan, dan lain-lain.

Untuk keperluan media, mereka menyewa kurang lebih 500 wartawan dalam dan luar negeri. Adapun untuk kebutuhan transportasi, mereka menyediakan 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, 230 supir dan berton-ton bensin.

Itulah kesibukan di Bandung menjelang pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika 1955. Kenapa kota itu yang menjadi pilihan? Rupanya itu merupakan kehendak Bung Karno.

Alasan dia memilih kota itu karena “Beliau (Sukarno) ingin menegaskan kepada dunia bahwa dari Bandung-lah awal gerakan kemerdekaan yang dipimpinnya memulai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme,” demikian yang terekam dalam buku ‘50 Tahun Indonesia dan Konferensi Asia Afrika‘ sebagaimana diliris ulang oleh detikcom, Senin (13/4/2015).

Bandung memang memiliki kenangan tersendiri bagi Bung Karno. Pertama, pada tahun 1926, dia mendirikan Algemene Studie Club di kota itu. Perkumpulan itu terinspirasi dari Indonesische Studie Club-nya Dr. Soetomo. Himpunan inilah yang kelak menjadi embrio dari Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tahun 1927.

Kedua, di Bumi Parahiyangan itu dia membacakan pledoi berjudul, ‘Indonesia Menggugat‘ di hadapan peradilan Landraad Bandung pada Desember 1930. Pledoi ini mengangkat kondisi sosial rakyat Indonesia di bawah tekanan penjajah. Dia sendiri yang membuatnya dan dari karya itu, perjuangan dan semangat melawan kolonialisme dan imprealisme tumbuh.

Ketiga, di sana pula pada 30 Maret 1933 dia menyusun risalah, ‘Mencapai Indonesia Merdeka‘. Tulisan ini mengandung visi dan misi tentang masa depan Indonesia.

Tiga alasan penting inilah yang kemudian membuat Soekarno bertindak tegas untuk memutuskan bahwa KAA harus dilaksanakan di Bandung. Sebab, dia ingin mencetak sejarah di sana.

Tapi selain tiga alasan itu, Bandung adalah kota yang paling layak dijadikan sebagai tempat pertempuan KAA. Oleh karena itu, Bandung dikenang sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia. Pada tiap 10 tahun sekali, di kota itu selalu diperingati Hari KAA secara besar-besaran.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs