Kapan Bangsa Indonesia Kenal Es Batu?
Serba-Serbi , TERBARU 02:12
0
Shares

SejarahRI.com – Jauh sebelum kemerdekaan, es batu sudah dikenal luas oleh bangsa Indonesia. Awalnya, produk ini dikirim dari Amerika Serikat. Menurut Denys Lombard, Nusa Jawa: Silang Budaya Jilid 2 (1996), pada pertengahan abad ke-19  banyak kapal dari Negeri Paman Sam itu membawa berbalok-balok es ke beberapa pelabuhan yang ada di Nusantara.

17 November 1846, sebuah kapal besar dari Boston, Amerika Serikat berlabuh di Hindia Belanda (sekarang, Indonesia). Keesokan harinya, tanggal 18, surat kabar Javanesche Courant mengabarkan bahwa kapal itu mambawa es batu atas pesanan Roselie en Co.

Berita ini menyebar luas hingga terdengar sampai Benteng Batavia. Mendapati warta tersebut, pihak Bea Cukai sibuk karena belum mempersiapkan aturan terkait produk itu. Beberapa hari berikutnya, 22 Desember, koran tersebut menayangkan iklan promosi barang itu. “Hari Kamis mendatang beberapa musisi akan memainkan musik di Salon de Glaces. Hotel de Provence. Berbagai macam es akan disediakan sepanjang malam,demikian bunyinya. Harga jualnya, 10 Sen per 500 gram.

Menurut Sunjayadi, “Es memang menjadi salah satu sajian andalan Hotel de Provence.” Dari itu tak heran, bila Hotel ikon Batavia ini (yang “ber-evolusi” jadi Hotel Des Indies, Hotel Duta Indonesia dan kini sebagai pusat perbelanjaan Duta Merlin di Jl. Gajahmada, Jakarta) jadi pelanggan tetap produk “air padat yang dingin” itu. Dan, pada tahun itu pula, untuk kali pertama hotel tersebut menyajikan es batu saat malam Natal berlangsung.

Keberadaannya masih termasuk barang langka. Hanya kalangan tertentu yang dapat menikmatinya. Biasanya, es batu itu disuguhkan sebagai pelengkap bir dari berbagai merek yang ada, baik itu Jonker CaperoHeineken’s BierHaantjes BierPittig Hollandsch PilsKoentji Bier (Beck’s Beer), dll. “Bir-bir tersebut biasanya disajikan dengan aijer batoe alias es batu,” tulis Sunjayadi dalam artikelnya, Kuliner dalam Pariwisata Kolonial di Hindia Belanda, yang terhimpun di Titik Balik Historiografi di Indonesia (2008).

Karena jadi komoditas yang laris di pasaran, usaha untuk membuat pabrik produksinya ‘pun digarap kemudian hari. Rencana itu dimulai setelah “Prosedur pembuatan amoniak, temuan Eropa, diimpor ke Jawa sekitar akhir tahun 1880,” tulis Lombard. Sejak itu, untuk menikmati es batu, warga Hindia Belanda tak perlu lagi impor.

Seperti yang diceritakan oleh F. Schulze dalam Guide of West Java (1894), pabrik es awalnya dikuasai oleh orang Eropa. Di kawasan Batavia terdapat dua pabrik besar, pertama di Molenvliet, daerah Gambir dan kedua di wilayah Petojo. “Namun dengan sangat cepat bangsa Cina pandai memanfaatkan prosedur baru itu,” catat Lombard.

Salah satu pengusaha Tionghoa yang terkenal sebagai “raja es” adalah Kwa Wan Hong. Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia (2008) menceritakan, “Pada 1895, ia mendirikan pabrik es Hoo Hien di Semarang.” Itu adalah pabrik es pertamanya. Setelah perkembangannya pesat, pada 1910 dia kembali membangun di kota yang sama. Tahun berikutnya, NV Ijs Fabriek Semrangsche di Tegal dan NV Ijs Fabriek Pasir Sari di Pekalongan sekaligus.

Jangankan puas dengan apa yang dicapai, dia lagi-lagi mendirikan dua pabrik es di Surabaya. Yang pertama pada tahun 1924 dan yang kedua, 1926. Pada 1928, saatnya dia menjajal Batavia. Di sana, dia menancapkan usaha produksi es batu dengan membangun pabrik di Jalan Prinsenland (Mangga Besar) dan Rawa Bening di Meester Cornelis, Jatinegara. “Tahun 1930 ia mengambil alih Ijs Fabriek Soen Sing Hien di Sumedang, Jawa Barat,” tulis Setyautama.

Akibat produksi semakin marak, es batu tak lagi menjadi barang langka. Dan, produk ini juga tak hanya dijadikan sebagai pelengkap bir. Banyak minuman-minuman ringan yang juga diberi es supaya terasa lebih segar. Bahkan, ketika bulan puasa tiba umat Islam di Indonesia kerap menjadikan es sebagai menu utama berbuka.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs