KAA dan Misteri Tanggal 18
Peristiwa , TERBARU 18:58
0
Shares

Dari tanggal 9 s/d 22 Maret 1954, sebuah rapat penting berlangsung di Wisma Tugu, Puncak, Jawa Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh para Kepala Perwakilan Indonesia di Asia, Afrika, dan Pasifik. Topik yang dibahas adalah rumusan perluasan kerja sama di tingkat Asia Afrika.

Gagasan ini yang nanti disampaikan oleh Ali Sastroamidjojo selaku Perdana Menteri Indonesia pada Konferensi Kolombo yang berlangsung dari tanggal 28 April s/d 2 Mei. Usulan tersebut ternyata diterima oleh para peserta.

Untuk menindak lanjuti rencana tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi ke 18 negara yang berada di kawasan Asia Afrika. Langkah tersebut berhasil. Pada umumnya, negara-negara itu menyetujui. Gagasan ini yang kelak melahirkan pertemuan akbar di Bandung, yakni terlaksananya Konferensi Asia Afrika (KAA).

18 Agustus 1954, Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru mengirim surat kepada Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo. Dalam surat itu, dia menyampaikan perkembangan terbaru dunia, yang mana kontestasi politik global semakin gawat, sehubungan dengan adanya rencana penyelenggaraan KAA.

Awalnya, Nehru memang meragukan rencana itu akan berhasil. Namun keraguan tersebut sirna tatkala Perdana Menteri Indonesia melakukan kunjungan ke negaranya pada 25 September 1954. Dia malah menganggap bahwa KAA penting untuk segera dilaksanakan. Keyakinan serupa juga dinyatakan oleh Perdana Menteri Birma, U Nu, pada 28 September 1954.

Sebagai langkah lebih lanjut, Perdana Menteri Indonesia mengundang para perdana menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma, Ceylon, India, Indonesia, dan Pakistan) untuk membicarakan persiapan. Atas undangan itu, pada 28 – 29 Desember 1954, mereka berkumpul di Bogor. Dalam pertemuan itu, dibuatlah kesepakatan. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah.

Empat bulan kemudian, agenda tesebut benar-benar terlaksana. KAA berlangsung di Gedung Merdeka Bandung selama enam hari, yakni dari tanggal 18 s/d 24 April. Kenapa pembuakaannya dimulai pada tanggal 18?

Rupanya, pemilihan tanggal ini tak sembarangan. Pertimbangannya cukup matang. Tatkala kelima perdana menteri negara sponsor (Indonesia, India, Burma, Pakistan, dan Sri Lanka) membicarakan persiapan KAA di Istana Bogor, waktu pelaksanaan hari “H” yang dipilih adalah akhir April 1955.

Namun, 24 April umat Muslim memasuki bulan puasa. Bila KKA dilaksanakan di hari itu atau setelahnya, kemungkinan negara-negara dari Timur Tengah akan absen. Karena khawatir itu terjadi, para perumus tanggal memajukkannya.

Awalnya dimajukan ke tanggal 15 saja. Namun ternyata, giliran Perdana Menteri Burma, U Nu serta delegasi dari Thailand dan negara Indocina yang tak bisa. Sebab di hari itu, umat Buddha sedang merayakan salah satu hari sucinya. Maklum, penduduk negara-negara itu mayoritas Buddhis.

Karena dikhawatirkan mereka takut tak datang, lagi-lagi rencana diubah. Keruwetan mencari tanggal yang tepat ini terekam baik dalam buku The Bandung Connection: Asia Africa Conference in Bandung in 1955 (1981) karya Roeslan Abdulgani, Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri dan Konferensi Asia-Afrika 1955.

Setelah dipertimbangkan dengan baik, dicapailah kesempatakan. Terpilihlah tanggal 18 April sebagai hari pelaksanaan KKA. Pertimbangan semacam ini penting dijadikan pelajaran karena ternyata dalam melaksanakan konferensi sekelas KAA, perhatian para perumusnya terhadap agama sangat besar. Ini menunjukkan bahwa praktik toleransi berlangsung saat itu, mengingat para peserta KAA berlatar belakang agama yang berbeda-beda.

Selain pertimbangan agama, tanggal 18 dipilih karena juga merupakan momen bersejarah. “The battle against colonialism has been a long one, and do know that today is a famous anniversary in that battle? On the 18th day of April 1775, just 180 years ago, Paul Revere rode at midnight through the New England countryside, warning of the approach of British troops and of the opening of the American War of Independence, the first successful anti-colonial war in history,” kata Bung Karno. Ternyata, tanggal 18 April adalah hari di mana bangsa Amerika melawan kolonialisme, yakni tepatnya pada tahun 1775.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs