Hotel Indonesia: Hotel Bintang Lima Pertama di Asia Tenggara
Tempat , TERBARU 13:47
0
Shares

Setelah begitu lama dijajah, Bung Karno sebagai pemimpin begitu memahami kondisi mental rakyatnya. Mereka butuh sesuatu yang bisa membangkitkan harga diri bangsa dengan kebanggaan tersendiri.

Ada sederet program yang dicanangkan untuk itu. Salah satunya, di bidang pembangunan dengan membangun tugu dan bangunan megah menjulang, yakni Tugu Selamat Datang karya arsitek F Silaban yang menempati kolam air mancur di pusat kota Jakarta, serta Hotel Indonesia (HI) yang dirancang oleh pasangan arsitek Amerika Serikat, Abel dan Wendy Sorensen.

Awalnya, HI dipersiapkan untuk menyambut tamu mancanegara peserta Asian Games IV/1962. Selanjutnya menjadi tuan rumah acara-acara bertaraf internasional.

Rancang bangunnya bersih, bebas dari hiasan yang menjadi gaya arsitektur sebelumnya. Ia mewakili arsitektur khas modern. Keinginan Soekarno akan gedung tinggi sesuai iklim tropis diterapkan dalam bangunan berbentuk huruf T dengan dua sayap -Ramayana berlantai 15, Ganesha berlantai 8- sederhana, ramping, seimbang, luas dan terbuka.

Kamar hanya berderet satu baris, bukan dua deret berhadapan yang dipisahkan lorong umumnya hotel lain. Dengan demikian, tiap kamar mendapat siraman sinar mentari dan panorama kolam air mancur Tugu Selamat Datang.

Sukarno memasukkan kemolekan Indonesia lewat paduan nuansa arsitektur Minangkabau dan adikarya seni yang tersebar, menyatu di seluruh bagian hotel. Patung Dewi Sri karya Trubus menyambut di halaman depan. Dinding dihiasi Kain batik karya Iwan Tirta, mural flora fauna laut karya Lee Man Fong di bawah kubah Ramayana Lounge (lobby Ganesha), mozaik tarian tradisional Indonesia karya G Sidharta di Pavilion Ramayana Bar & Lounge.

Batu pahat (relief) Pesta Pura Bali berukuran 24x3m yang dikerjakan Rarihaji S dan 52 rekan seniman dari Sanggar Sela Binangun, Yogyakarta selama tiga tahun menghiasi dinding kanan lobby utama, dilengkapi prasasti, “Kerasnya batu masih kalah dengan kerasnya tekad guna menyelesaikan revolusi.”

Tak hanya fisik, HI juga menjadwalkan pertunjukan seni bulanan. Dengan itu, ia menjadi hotel bintang lima pertama di Asia Tenggara sekaligus simbol metropolitan terbaik se-Asia Tenggara di zamannya. Persis sesuai harapan Bung Karno. (Diolah dari: nationalgeographic.co.id/Gambar: Pinterest.com)




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs