Genting Serangan Umum 1 Maret, Pak Harto Rindu Isti-Anak
Peristiwa , TERBARU 17:08
0
Shares

Empat belas tahun setelah kemerdekaan, di Yogyakarta terjadi peristiwa besar yakni pertempuran yang kemudian dikenal dengan “Serangan Umum 1 Maret 1949”. Istilah lain yang juga pernah digunakan dan populer di kalangan masyarakat saat itu adalah “Enam Djam di Jogja” (PUSEMAD, 1965). Karena pertempuran melawan tentara Belanda itu hanya berlangsung selama kurang lebih enam jam.

Melawan serangan gerilya TNI Wehrkreise saat itu, tentara Belanda berakhir kalah. Pasukan TNI saat itu dikenal sebagai “Pasukan Janur Kuning”. Disebut demikian karena mereka saat pertempuran menggunakan tanda janur kuning yang diselipkan pada seragamnya (R. Ridhani, Bunga Pertempuran Serangan Umum 1 Maret 1949, 2010).

Namun, di balik ketegangan 1 Maret 1949, terselip kisah Pak Harto dan Ibu Tien yang romantis terkait kelahiran salah satu putrinya, Siti Hardijanti Hastuti (Tutut).

Pertempuran yang terjadi 1 Maret sebenarnya merupakan serangan umum yang ke-5. Sebelumnya, berbagai serangan sudah sering dilakukan. Salah satunya pada Januari 1949. Dalam situasi perang, seorang kurir datang menghadap Letnan Kolonel Soeharto, yang waktu itu menjabat sebagai Panglima Divisi Komandan Wehrkreise III, yang lagi sibuk-sibuknya mempimpin gerilya. Kurir itu memberikan sepucuk surat. Setelah dibuka, ternyata surat itu adalah kiriman dari istrinya, Ibu Tien Soeharto.

Dalam surat itu dikatakan bahwa Ibu Tien baru saja, 2 Januari, melahirkan anaknya dengan selamat yakni Tutut. “Sementara itu saya mendengar kabar gembira di tengah ketegangan itu. Istri saya yang saya tinggalkan di kota, dikabarkan sudah melahirkan pada tanggal 2 Januari 1949. Anak kami yang sulung, perempuan, yang kami beri nama Siti Hardijanti Hastuti (Tutut) ternyata menambah semangat saya untuk berjuang. Dalam pada itu saya mesti bersabar karena belum bisa menengoknya.” katanya. (Dwipayana & Ramadhan, Soeharto Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, 1989).”

Pak Harto menuliskan surat balasan dan minta Probosutedjo untuk mengantarkan surat itu kepada istrinya. Kelahiran anaknya itu justru membuat letnan kolonel yang kelak menjadi Presiden RI ke-2 itu semakin semangat berjuang, walaupun rindu terhadap istri dan anaknya yang baru lahir itu menggebu-gebu.

Akhirnya pada Februari, Kepala Rumah Tangga Keraton, Hendro Bujono membuat “acara khusus” pertemuan antara Soeharto dan Ibu Tien. Ibu Tien dijemput di Margoyasan oleh seorang tentara gerilya. Dia lalu dibawa ke rumah Hendro, yakni di lingkungan keraton. Hendro yang waktu memakai kain batik, blangkon, dan surjan sudah siap menunggu kedatangan mereka di Prabeya, Kagungan Dalem Keraton. Pak Harto masuk ke keraton dengan menyamar sebagai lelaki priyayi supaya tak dicurigai oleh Belanda. Mereka ‘pun akhirnya saling melepas rindu. Dengan senyum khasnya, Soeharto mencium Tutut, anaknya yang baru lahir itu. Sebuah pertemuan yang mengaharukan sekali.

Lalu, setelah menemui istri dan anaknya, Soeharto kembali terjun ke medan pertempuran. Sehingga, 4 Februari 1949, serangan umum yang ke-empat kembali meletus. Peperangan ini masih sama seperti pertempuran-pertempuran sebelumnya. Hanya saja, taktik dan komuniasi di antara para prajurit yang ikut bertempur semakin matang. Dan, peperangan ini yang kemudian mengantarkan pada pertempuran akbar yang kemudian hari disebut Serangan Umum 1 Maret 1949 itu (R. Ridhani, Bunga Pertempuran Serangan Umum 1 Maret 1949, 2010).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs