Bung Karno Mengisahkan Mahabharata, 4 Jam Kemudian G30S Meletus!
Peristiwa , TERBARU 18:09
0
Shares

1 Oktober 1965, RRC merayakan ulang tahun kemerdekaannya. Untuk menghadiri acara tersebut, delegasi dari Indonesia berangkat pada akhir bulan September di bawah pimpinan Cherul Saleh.

Setelah dicek semua anggota delegasi, tak ditemukan nama D.N Aidit dan pimpinan-pimpinan komunis lain. Aneh, kenapa mereka tak ikut. PKI ‘kan dikenal dekat dengan RRC.

Selain itu, Bung Karno yang awalnya ingin ke Meksiko, juga tiba-tiba batal. Padahal, jauh-jauh hari rencana kunjungannya itu sudah diumumkan. Dia lebih memilih mengisi sambutan di Istora Senayan pada acara kongres para insinyur Indonesia, 30 September.

Dalam sambutan itu, dia berbicara banyak hal. Di tengah-tengah berpidato, tiba-tiba dia meninggalkan panggung.

Para peserta kaget dan bertanya-tanya. Mereka menyangka, penyakitnya kambuh lagi. Karena kesehatan fisiknya memang mulai melemah.

Satu bulan sebelumnya, 3 Agustus 1965 dia pernah pingsan. Dia sembuh kembali berkat bantuan Aidit yang membawa dua dukun dari Cina.

Dua ahli akupunktur tradisional itu membuat banyak orang tercengang. Karena mereka berhasil mengobati Bung Karno dalam waktu singkat.

Tanggal 8 Agustus, dia kembali bangkit dari tempat tidurnya. Setelah benar-benar sehat, satu bulan kemudian dia mengisi sambutan pada acara kongres para insinyur itu.

Kembali ke panggung kongres!

Tak lama setelah lenyap dari panggung, dia datang lagi. Dia kembali meneruskan ceramahnya. Ternyata dia tidak sakit. Tapi entah, kenapa dan kemana sebenarnya dia pergi.

Dalam pidatonya kali ini, dia malah bercerita tentang kisah “Mahabharata”: hikayat dalam agama Hindu yang mengisahkan peperangan saudara. “Sudah hampir pukul sebelas. Marilah saya ceritakan sebuah kisah yang diambil dari Mahabharata,” kata Bung Karno.

Entah apa yang ada di pikirannya malam itu. Kenapa dia tiba-tiba ingin bercerita tentang kisah itu, kisah akbar yang diabadikan oleh orang Jawa dalam bentuk wayang.

Yang jelas, Bung Karno tidak sedang “ngigau”. Dia juga tak sedang bercanda. Esok harinya sekitar 4 jam kemudian (1 Oktober) peristiwa yang dinamakan G30S meletus.

Kisah Mahabharata yang diceritakan Bung Karno menjadi kenyataan. Bangsa Indonesia terlibat perang saudara. Dan, Bung Karno berada di pihak yang kalah.

Sejak peristiwa itu meletus, Bung Karno tak segagah saat mengucapkan “Vivere pericoloso,” 17 Agustus 1964. Dia tak lagi bisa mengatakan, “…Mereka yang menjadi anak mas itu adalah orang-orang revolusioner. Saya sahabat orang-orang nasionalis, maksudnya dari kaum nasionalis yang revolusioner. Saya teman orang Islam dan Kristen, maksudnya dari orang Islam dan Kristen yang revolusioner. Orang-orang komunis teman saya karena mereka revolusioner…” Ibarat bunga, dia semakin layu. (Lambert J. Giebels, Pembantaian Yang Ditutup-tutupi, 2005).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs