Bung Karno, Fidel Castro, dan Kisah Unik Cerutu Kuba
Serba-Serbi , TERBARU 17:58
0
Shares

Saat Bung Karno berkunjung ke Kuba pada 1960, revolusi baru saja terjadi di Kuba. Bung Karno menjadi pemimpin pertama yang berkunjung ke sana setelah Fidel Castro dan Che Guevara menumbangkan rezim Batista dan mengambil alih kepemimpinan Kuba pada 1959. Karena itu euforia revolusi terjadi di semua pelosok Kuba.

Yang unik, rombongan kepresidenan sempat berhenti hanya karena petugas polisi yang memimpin konvoi ingin menghisap cerutu.

Sebagaimana dituturkan ajudan Bung Karno, Bambang Widjanarko dalam buku “Sewindu Dekat Bung Karno”, saat itu dalam konvoi Bung Karno ada tiga polisi yang memimpin iring-iringan kepresidenan sekaligus membuka jalan. Tiba-tiba polisi pemimpin konvoi menghentikan motornya dan menyuruh konvoi berhenti. Tentu saja semua peserta bertanya-tanya kenapa konvoi berhenti.

Polisi itu lalu mengeluarkan cerutu dan menghampiri sopir Bung Karno. Rupanya dia mau pinjam korek untuk menyalakan cerutu.

Setelah menyala, polisi itu lalu memberi hormat pada Bung Karno. Dia menaiki motornya dan memimpin konvoi kembali dengan gagah sambil menghisap cerutu kuba.

“Bung Karno tertawa berderai melihat itu. Rupanya dia cukup paham Kuba masih dalam revolusi,” ujar Bambang.

Lawatan ke Kuba sangat mengesankan bagi Bung Karno. Apalagi, ia merasakan sendiri bagaimana sambutannya sangat berbeda dengan lawatannya ke Washington beberapa waktu sebelumnya, di mana Bung Karno dibuat menunggu lama Presiden Eisenhower hingga Bung Karno tersinggung dan memarahi Eisenhower. (Baca juga: Kisah Bung Karno Marahi Presiden Amerika)




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id