Bung Karno Bicara Film
Serba-Serbi , TERBARU 14:19
0
Shares

29 Mei 1962, dua orang datang menemui Bung Karno. Mereka itu adalah Usmar Isma’il, sutradara populer di era Orde Lama, dan Nurbani Yusuf, aktris yang sedang naik daun. Saat itu, Usmar tengah membuat film “Anak Perawan di Sarang Penyamun”. Nurbani Yusuf salah satu aktor pemerannya.

Dalam pertemuan itu, mereka berbincang ringan. Karena yang datang adalah dua orang seniman sinematografi, obrolan Bung Karno ‘pun tak jauh dari soal film. Dia berkata kepada Usmar kalau dunia perfilman saat itu sedang mengalami inflasi sutradara. Banyak seniman tanggung yang mengaku sebagai sutradara, padahal karya-karya filmnya tak dapat diandalkan.

Bung Karno rupanya ragu terhadap kualitas sutradara-sutradara itu, kecuali Usmar. Dia langsung memuji di depan Usmar, “Bung Usmar ‘lah satu-satunya regisseur (sutradara) Indonesia”. Bagi Sukarno, Usmar merupakan sutradara yang dapat diandalkan.

Dalam perbincangannya dengan Usmar yang semakin larut itu, Bung Karno berharap kualitas film-film karya anak bangsa dapat bersaing dengan film-film Barat. Presiden RI Pertama itu memberi contoh film-film Barat yang bagus menurutnya.

Film-film yang bagus dan layak dicontoh menurut Bung Karno di antaranya adalah pertama, Two Women (1960). Kedua, Never on Sunday (1960). Terhadap dua film itu, Bung Karno sangat suka.

Setelah membicarakan dua film itu, Bung Karno membahas film “Aksi di Kalimantan” yang diproduksi bersama Cekoslowakia-Auri. Film ini menghabiskan dana 35 juta dan lebih dari 3 kroner. Usmar ‘pun meminta tanggapannya atas film itu. Menurut Bung Karno, film itu keren. “Itu saya senang, cara mereka memperlihatkan pemandangan alam Indonesia,” katanya.

Kemudian Usmar bertanya lagi, “Bagaimana dengan cerita film tersebut?” “Ah, saya tidak senang. Kurang dramatik di dalamnya. Bambang Hermanto baik mainnya pada permulaan, mimiknya bagus. Bambang Irawan tidak baik, misalnya dalam adegan dia mati. Tidak boleh begitu, ditembak lantas terus mati. Mestinya realistis matinya,” jawab Bung Karno.

Umar kemudian memberitahukan mengenai film yang waktu itu hendak digarap oleh sebuah perusahaan, yakni film yang akan mengangkat cerita Diponegoro. “Apa akan jadinya dengan film itu?” tanya Bung Karno. Kemudian dia memberikan saran kepada Usmar supaya kalau mau membuat film Diponegoro harus “heibat!”.

Bagus maksudnya. Usmar tiba-tiba berkata kalau membuat film yang bagus itu membutuhkan biaya produksi yang mahal. Mendengar jawaban Usmar, Bung Karno tiba-tiba memotong pembicaraan. “Ah, geld is niet belangrijk.” Kalau dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Ah, yang penting ialah hasilnya”. Pembicaraan mengenai biaya produksi film ‘pun berhenti.

Obrolan langsung bergeser ke Nurbani Yusuf. Kini, bukan film lagi yang jadi pembicaraan, tapi Nurbani Yusuf. “Bagaimana dia ini? Baik? Ada bakat? Untuk apa? Sebagai tragedienne atau untuk komedi?” tanya Bung Karno kepada Usmar. Nurbani masih saja diam. “Nurbani cocok untuk main sebagai tragedienne. Lihat saja matanya. Sayu,” jawab Usmar.

“Benar, benar. Orang kata matanya memang sayu. Ia mesti main sebagai tragedienne. Sebagai Jean Wyman,” Bung Karno menimpali jawaban Usmar. Sebelum mereka akhirnya berpisah, Bung Karno memberitahukan kepada Usmar kalau dirinya siap untuk memberikan bantuan dana terkait produksi film yang sedang digarap itu.

Bung Karno ‘pun beranjak dari kursinya. Dia pergi meninggalkan Usmar. Tapi ketika berada di pintu keluar, dia berhenti lalu berkata kepada Usmar. “Saya titipkan kepadamu keponakan saya ini. Didik dia dengan baik,” tangan Bung Karno menunjuk ke arah Nurbani Yusuf. (Sumber: Rosihan Anwar, Sebelum Prahara Pergolakan Politik Indonesia 1961-1965, Sinar Harapan, Jakarta, 1981)




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs