Asal Usul Perkedel
Serba-Serbi , TERBARU 05:06
0
Shares

SejarahRI.com – Bulat bentuknya, lembut dikunyah, dan gurih rasanya. Itulah perkedel, salah satu makanan lezat yang sangat populer di Indonesia. Biasanya makanan ini disajikan sebagai lauk pendamping nasi.

Perkedel adalah jenis lauk yang dibuat dari bahan dasar kentang. Kentang tersebut direbus. Setelah itu diberi bumbu-bumu khusus, dibentuk bulat-bulat, dicelupkan ke dalam kocokan telur ayam dan lalu digoreng.

Selain dari kentang, ada juga yang terbuat dari ubi jalar, dan singkong rebus. Proses dan komposisinya sama. Hanya saja bahan dasarnya yang berbeda. Bahkan ada juga berbahan dasar tahu sehingga disebut perkedel tahu.

Namun tahu enggak, ternyata perdekel punya asal usul yang menarik. Makanan ini “awalnya berasal dari kuliner Prancis yang dikenal dengan nama fricandeau,” tulis Fadly Rahman, Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 (2016).

Saat berada di bawah kendali Napoleon (1769–1821), Prancis menjadi negeri yang jaya dan hampir menguasai daratan Eropa. Salah satu wilayah yang berhasil ditaklukkan adalah Belanda. Di sana, Napolen mengangkat adiknya, Louis Napoleon sebagai pemimpin.

Pengaruh politik Prancis terhadap Belanda ini ternyata juga membawa dampak budaya kuliner. Yang awalnya bangsa Belanda tak mengenal frincandeau, lantaran pengaruh Prancis, mereka menjadi kenal.

Namun orang Belanda tak menyebutnya frincandeau. Mereka menyebut makanan itu dengan nama Frikadel. Di Belanda, makanan ini memang sangat populer.

Ketika Negeri Kincir Angin itu melakukan kolonialisasi di semenanjung Nusantara, frikadel menjadi salah satu menu makanan yang diperkenalkan. Sejak itulah bangsa Indonesia mengenal frikadel.

Namun, mereka tak menyebutnya seperti itu. Mereka lebih suka menamai frikadel dengan perkedel. Selain perbedaan penyebutan nama, bahan dasarnya ‘pun beda.

Kalau frikadel terbuat dari daging yang dicincang, perkedel dari bahan dasar kentang, singkong, dan  bahkan tahu. Perbedaan ini menunjukkan bahwa frikadel ketika sampai ke Nusantara mengalami “akulturasi”.

Bisa jadi hal tersebut terjadi lantaran orang Indonesia lebih menyukai sayuran daripada daging. Namun terlepas dari itu, yang jelas perkedel bukan makanan yang benar-benar asli budaya kuliner Indonesia.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id