Amoroso Katamsi: Soeharto Fiktif
TERBARU , Tokoh 17:39
0
Shares

Masih ingat film, Penghianatan G30S/PKI? Belakangan, film karya Arifin C. Noer ini sempat viral dan menjadi trending topic tersendiri. Padahal keberadaan film ini sudah lama. Sejak pertama kali rilis, 1984, film ini dijadikan sebagai media propaganda Orde Baru (Orba).

Kisah yang diangkat adalah tragedi G30S, pembunuhan terhadap para petinggi Angkatan Darat (AD). Film dokudrama ini menyajikan potret common enemy yang harus terus diwaspadai. Musuh bersama yang dimaksud itu adalah Partai Komunis Indonesia.

Dalam film tersebut, PKI ditampilkan sebagai “antagonis”: sebagai partai kejam dan dalang di balik peristiwa mengerikan itu. Melalui film ini Orba terhitung berhasil mendesain opini publik. Sehingga ketika mendengar kata “PKI”, tak sedikit orang merasa jijik.

Bagaimana tidak, film ini bukan hanya tayang di TVRI tiap tanggal 30 September, tapi juga di berbagai stasiun tv lain. Bahkan, pemutarannya ‘pun berlangsung di sekolah-sekolah.

Dan di era itu, menontonnya adalah perkara yang hampir “wajib”. Oleh sebab itu, sejak 1984 sampai 1995, film ini bukan hanya terlaris di bioskop, tapi juga berhasil meraih dua piala Festival Film Indonesia sekaligus.

Melalui film ini, Soeharto selaku pemegang kendali Orba hadir seolah-olah sebagai sosok “pahlawan”. Dalam film itu, dia digambarkan sebagai “penyelamat bangsa dari ancaman PKI”. Tapi tahu tidak, siapakah pemerannya?

Aktor yang memerankan karakter Soeharto dalam film tersebut adalah seorang anggota TNI AL. Namanya, Amoroso Katamsi. Selain memiliki jiwa prajurit, dia sangat menyukai dunia seni.

Bakat itu sudah ada sejak masih muda. Berkat ketertarikannya pada dunia teater, dia bisa mengenal seorang sutradara hebat bernama Arifin C. Noer.

Pertemuan dia dengan sutradara itu bermula sejak masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di kampus itu, dia mengambil studi kesehatan di Fakultas Kedokteran. Dari itu, kelak ketika diterima sebagai anggota AL, dia menjadi dokter tentara.

Sejak masih kuliah, dia sempat aktif di Kelompok Studi Drama Jogja. Di komunitas inilah dia kali pertama mengenal Noer.

Tak heran, kelak ketika Noer mendapatkan proyek garapan film “Penghianatan G30S/PKI” itu meminta kesediaan Amoroso sebagai pemeran Soeharto. Karena selain wajahnya mirip, karakternya sebagai seorang tentara menjadi penting dipertimbangkan.

Terbukti ketika casting, dia berhasil “menjelma” sosok Soeharto. Sehingga, seolah-olah ada dua Soeharto di Indonesia saat itu. Pertama Soeharto di dunia real dan kedua di dunia fiktif. Amoroso adalah Soeharto di dunia fiktif.

Karakter tersebut dapat terwujud tentu tak lepas dari usaha kerasnya. Sebelum casting, dia pernah menyempatkan diri untuk melakukan observasi perilaku. Dia langsung menemui Soeharto di kandang peternakannya di Tapos, Bogor.

Karena karakter Soeharto terlihat benar-benar melakat pada dirinya, empat tahun setelah itu, 1988 dia kembali diajak oleh Noer bermain film berbeda tapi memerankan tokoh yang sama. Lagi-lagi dia hadir di layar kaca sebagai Soeharto dalam film Djakarta 1966.

Pada tahun 2015, giliran Lukman Sardi yang mengajaknya. Sutradara itu sedang menggarap filmnya, Di Balik 98. Dalam film itu, Sardi harus menghadirkan karakter Soeharto. Dan, dia—sama seperti Noer—meminta Amoroso untuk memerankannya.

Sejak tahun 1984 sampai 2015, lelaki kelahiran Batavia (sekarang, Jakarta) 21 Oktober 1938 itu terhitung sudah tiga kali tampil di layar lebar memerankan karakter Soeharto. Selain itu, sebenarnya dia juga bermain dalam banyak film lain.

Jauh sebelum memerankan karakter Presiden RI II, dia pernah terlibat sebagai aktor dalam film Cinta Abadi dan Menanti Kelahiran pada tahun 1976. Pada tahun berikutnya, dia bermain bersama W.S. Rendra dalam film Terminal Cinta. Selain itu, masih banyak film yang dia pernah berperan di dalamnya.

Dia memang unik. Padahal, dia adalah seorang perwira. Pangkat terakhirnya adalah Laksamana Pertama. Tapi meski seorang prajurit, dia memiliki kecintaan terhadap dunia seni yang sangat besar. Sehingga namanya lebih dikenal sebagai seorang aktris daripada tentara.

Selasa, 17 April 2018 kabar duka tentangnya beredar: dia meninggal pada usia 80 tahun. Salah seorang yang membagikan berita kematiannya itu adalah budayawan Indonesia, Goenawan Mohammad melalui akun Twitter-nya.

Dia menulis, “Amaroso Katamsi, aktor yg memerankan Presiden Suharto dlm pelbagai film, meninggal dinihari Selasa ini. Amaroso, seorang dokter TNI- AL, ikut grup teater yg dipimpin Sutradara Arifin C. Noer sejak masih kuliah di Yogya. Ia bisa tampak menyatu dgn sosok yg diperankannya.”




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id