5 Lagu Yang Pernah Dilarang di Indonesia
Serba-Serbi , TERBARU 19:53
0
Shares

Lagu terbukti bukan sekadar hiburan. Tapi ia bisa menjadi “daya dobrak” bagi para pendengarnya. Tergantung, ke mana lirik lagu mengarah. Kalau liriknya ke arah perjuangan, mereka yang mendengarnya bisa mendapatkan “suntikan” semangat baru. Oleh karena itu, di era Orde Baru (Orba) lagu-lagu yang bersifat melawan pemerintah dicekal. Ada 5 lagu fenomenal yang pernah dilarang.

Genjer-genjer
Genjer-genjer” merupakan lagu rakyat yang populer pada tahun 1940-an. Penciptanya adalah seorang seniman Banyuwangi, Muhammad Arief. Karena liriknya menggambarkan penderitaan rakyat, di era Orde Lama, lagu itu digunakan sebagai propaganda politik oleh PKI. Tapi di era Orba, lagu ini dilarang oleh pemerintah karena dianggap sebagai salah satu simbol komunisme. Dan, penciptanya ‘pun, M. Arief dituduh dekat dengan PKI. Dia meninggal terbunuh.

Paduka Yang Mulia
Lagu ini sebenarnya berjudul, “Oentoek Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno.” Buah karya Soetedjo ini dipopulerkan oleh Lilis Suryani—salah seorang penyanyi yang juga mempopulerkan Genjer-Genjer—melalui albumnya di bawah label Irama Record. Di era Orde Lama, lagu ini sempat “ngehits.” Tapi kemudian nasibnya terbalik 180 derajat di era Orde Baru. Lagu ini dilarang oleh pemerintah karena dianggap memiliki keterkaitan dengan Orde Lama.

Bento
Ketika Orde Baru mencapai puncak kejayaannya, 1989, salah satu musisi fenomenal di Indonesia, Iwan Fals tampil “ganas” mengkritik pemerintah. Dia berkolaborasi dengan Sawung Jabo, Naniel, dan Innisisri membuat album Swami. Dalam album itu terdapat lagu Bento. Lagu ini membuat pemerintahan Orba sakit hati. Karena dalam lirik-liriknya, Iwan berani menyindir habis. Tapi nasib, lagu ini akhirnya dilarangan oleh Orba.

Bongkar
Demikian pulan dengan “Bongkar”. Lagu ini juga merupakan bagian dari album Swami-nya Iwan Fals. Tak kalah sadis dibanding “Bento,” lagu ini bukan hanya berisi sindiran tapi juga propaganda untuk melawan. “Robohkan setan yang berdiri mengangkan,” demikian liriknya berbunyi. Karena terlalu keras mengkritik, nasib lagu ini sama seperti Bento. Pemerintah melarangnya.

Wakil Rakyat
Wakil Rakyat” juga merupakan judul albumnya Iwan Fals yang dirilis pada 1987. Kehadiran album ini turut memanaskan suhu politik menjelang pemilu. Liriknya menyindir wakil rakyat yang suka tidur. Lagunya ini sempat “booming” namun lagi-lagi harus berhadapan dengan pemerintah. Karena dianggap mengganggu keamanan dan menghina simbol pemerintah, Wakil Rakyat dilarang.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs