5 Kapal VOC Yang Gagal Berlabuh di Batavia
Serba-Serbi , TERBARU 14:05
0
Shares

Abad ke-17, sebuah perserikatan dagang yang dikenal dengan nama Vereenig-de Oost-Indische Compagnie (VOC) terbentuk di Belanda. Pembentukan organisasi ini dilatarbelakangi banyaknya armada yang berlabuh dari negeri Belanda menuju kepulauan yang jauh di timur, yakni Nusantara atau mereka waktu itu menyebutnya, “Hindia”.

Setelah perserikatan ini dibentuk pada 20 Maret 1602, kapal-kapal yang berlabuh ke Hindia semakin banyak. Di antara banyaknya kapal itu, ada 5 Kapal yang gagal tiba di Batavia (Jakarta), kota yang dijadikan sebagai pusat VOC di wilayah Hindia.

Kapal Batavia
Kapal ini memiliki berat 600 ton, panjang kurang lebih 160 kaki. Pada 29 Oktober 1628, kapal ini berlayar dari Texel, Belanda menuju Batavia. Perjalanan itu dipimpin oleh Fransisco Pelsart.

Selain mengangkut barang, kapal ini juga membawa penumpang. Barang-barang yang dibawanya di antaranya adalah keramik eropa dan batu-batu balok. Batu-batu itu ternyata hendak dibawa ke Batavia karena hendak dijadikan sebagai bahan bangunan gerbang Batavia yang sedang digarap.

Adapun para penumpang di dalamnya berjumlah 316 orang yang terdiri dari perempuan, anak-anak, dan pria. Di antara para penumpang itu ikut juga dua perwira VOC, Jeronimus Cornelisz dan Adriaan Jacobsz.

Dalam perjalanan kapal ini dikawal oleh dua kapal lain, yakni Dordrect dan Assendolf. Ketika tiba di “Hindia” kapal ini terlebih dahulu berlabuh di Tanjung Harapan untuk beberapa hari. Lalu, kemudian berangkat kembali menuju Batavia.

Tetapi ketika hendak ke Batavia terjadi kecelakaan. Kapal ini telat mengarahkan posisi ke Batavia sehingga terbawa angin terlalu jauh. Akhirnya kapal itu terpisah dari lainnya dan sendirian menuju Australia.

Di pulau Frederick Houtman Albrohos, kapal ini menabrak karang. 250 orang selamat, sementara 100 orang lainnya meninggal. Tujuan ke Batavia ‘pun kandas di pulau Frederick.

Ridderschap Van Holland
Selain kapal Batavia juga ada kapal Ridderschap Van Holland yang berakhir tragis dalam perjalanannya. Pada 11 Juli 1693, kapal Ridderschap berangkat dari Wielingen, Belanda.

Kapal ini memiliki panjang 164 kaki dan berat kurang lebih 1.138. Dalam perjalan menuju Batavia, kapal kargo dengan beban barang sekitar 1.250 kg ini sempat berhenti dulu di Cape Town.

Ketika kembali meluncur menuju Batavia, 5 Februari 1694, di tengah perjalanan nasib buruk menimpanya. Setelah beberapa hari di laut, kapal ini menabrak karang tajam. Sehingga, ia tenggelam di sekitar perairan Pulau Natal, Australia.

Aagtekerke
Kapal yang dibuat pada tahun 1724 atas pesanan VOC ini pada tanggal 27 Mei 1725 berangkat berlayar. Perjalanannya kali itu menuju Batavia. Ia diberangkatkan dari Rammekens, Belanda.

Penumpang kapal yang ikut berjumlah 212. Mereka terdiri dari para perwira dan awal kapal lainnya. Kapal yang memiliki berat 850 ton dan panjang 145 kaki ini memuat barang-barang seperti perak, dagangan, emas, dan uang logam sebenyak 200.000 guilders.

Dari awal kapal ini memang bernasib buruk. Sebelum singgah di Cape Town, Afrika Selatan, sudah ada 16 awak kapal meninggal dunia dan 45 sakit.

Setelah beberapa hari istirahat di sana, 26 Januari 1726 kapal ini kembali berlayar menuju Batavia. Tapi kemudian, ia hilang tanpa kabar. Kapal ini diduga menabarak pulau di Australia Bagian Barat dan tenggelam di perairan Pulau Houtman’s Abrolhos.

Zuytdorp
Kapal Zuytdorp ini memiliki berat 1.152 ton dan panjang 160 kaki. Kapal ini diproduksi di Belanda pada tahun 1701. Kapal ini sudah pernah melakukan pelayaran dari Belanda ke Batavia selama dua kali, yakni pada tahun 1702 dan 1707.

Pada 1 Agustus 1711, kapal ini melakukan perjalanannya yang ketiga menuju Batavia. Ia berangkat dari Wielingen, Belanda. Dalam perjalanannya kapal ini ditemani kapal kecil lain, Belvit sampai ke Cape Town.

Dari Cape Town, setelah beristirahat sebentar kapal ini berangkat kembali. Kini tujuannya adalah Batavia.

Dalam mengarungi lautan, kapal ini ditemani oleh kapal Kockenge. Kapal Kockenge ini akhirnya tiba di Batavia pada 4 Juli 1712. Tapi kapal yang dikawalnya itu, Zuytdrop hilang.

Baru pada 1927, bangkai kapal ini tergeletak di sebuah pesisir Australia Bagian Barat yang berjarak sekitar 60 km dari mulut Sungai Muchison.

Fortuyn
22 September 1723, sebuah kapal raksasa baru saja meninggalkan pelabuhan Texel, Belanda. Kapal ini adalah Fortuyn.

Ini merupakan kapal edisi baru yang diproduksi di Amsterdam pada tahun 1722. Karena kapal ini memiliki body yang besar untuk dapat memuat barang lebih banyak. Panjangnya kira-kira 145 kaki. Jumlah awak kapal ini adalah 225 orang.

Pada tanggal 2 Januari 1724, kapal ini berhasil berlabuh di Tanjung Harapan. Para penumpangnya selamat kecuali 4 orang meninggal dan perjalanan ditempuh dengan cepat hanya 3 bulan dari Belanda.

Di Tanjung Harapan, kapal itu menginap sekitar 16 hari. Lalu pada tanggal 18 Januari kembali berlayar ke Batavia bersama tiga kapal lainnya, Anna Maria, Hogenes, dan Doomik.

Karena cuaca buruk yang terjadi selama perjalanan di Samudera Hindia, keempat kapal ini terpisah. Ketiga kapal lainnya itu berhasil tiba di Batavia. Namun Fortuyn hilang. (Shinatria Adhityatama, Kapal-Kapal VOC Yang Tidak Pernah Tiba di Batavia 1602-1799, 2016).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id