3 Arsitek Kebanggaan Bangsa
TERBARU , Tokoh 05:24
0
Shares

SejarahRI.com – Tanpa jasa para arsitek, mungkin sejarah tak ‘kan pernah bisa diungkap. Karena tugas mereka selain merancang gedung, sejatinya juga mengabadikan memori. Tak terbayang seandainya Borobudur, Prambanan, Istiqlal, Monas, GBK, dan gedung-gedung lain tak pernah dibuat. Apa yang akan ditulis oleh para sejarawan tentang Indonesia. Mereka pasti kebingungan.

Dari itu, keberadaan para arsitek dalam suatu bangsa sangat penting. Setelah kemerdekaan, Indonesia punya beberapa arsitek handal yang telah memeras keringat untuk turut memoles wajah negerinya. Di antara mereka yang berjibun itu, ada tiga arsitek kawakan kebanggaan bangsa.

Achmad Noeman

art2

Dia adalah salah satu pendiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Sebagai seorang maestro, dia memiliki banyak karya. Di antaranya adalah Masjid Salman ITB, Masjid Soeharto di Bosnia, Masjid at-Tin, Masjid Islamic Center, Masjid Amir Hamzah, dan Masjid Syekh Yusug di Cape Town, Afrika Selatan.

Karena begitu banyak masjid yang dia bangun, dia sampai dijuluki sebagai “Arsitek Seribu Masjid”. Namun dari sekian banyak karyanya itu, Masjid ITB-lah yang paling fenomenal. Dia merancang rumah ibadah umat muslim itu tanpa kubah, sebuah kreasi yang inovatif dalam sejarah pembangunan masjid.

Dalam dunia arsitektur, dia memang dikenal tak hanya di dalam negeri. Di berbagai manca negara, banyak pula para arsitek yang mengagumi karya-karyanya. Dari saking cintanya terhadap seni arsitektur, dia rela meninggalkan dinas militernya demi kuliah di ITB mengambil jurusan itu.

Y.B. Mangunwijaya

art3

Dialah orang yang sering diberi juluk “Bapak Arsitektur Modern Indonesia”. Karena dia memang canggih di bidang itu. Kecenderungannya dalam mendesain bangungan, dia sering bermain warna, ruang, dan suasana.

Karyanya di bidang arsitek yang memukai adalah rancangan pemukiman di tepi Kali Code, Yogyakarta. Lantaran berhasil menyulap perumahan miskin itu menjadi pemukian indah dan unik, dia mendapat penghargaan bergengsi, Aga Khan. Pada 1995, dia mendapat The Ruth and Ralph Erskine Fellowship.

Selain itu, dia juga pernah mendesain Gedung Keuskupan Agung Semarang; Gedung Bentara Budaya, Jakarta; Gereja Katolik Jetis, Yogyakarta; Gereja Katolik Cilincing, Jakarta. Tak tanggung, lelaki yang akrab dipanggil Romo ini mengenyam studi artsitek di Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman pada 1960.

Frederich S. Silaban

art4

Dia adalah arsitek asal Sumatera yang punya jasa besar terhadap Indonesia lantaran karya-karyanya. Di antaranya adalah Monumen Nasional, Gelora Senayan, dan Masjid Istiqlal. Dia lahir di Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912 dan meninggal di Jakarta, pada usia 71 tahun, 14 Mei 1984.

Pendidikan formalnya dia tempuh di H.I.S Norumonda, Tapanuli 1927. Lalu kemudian lanjut ke Koningen Wilhelmina School (K.W.S) di Jakarta pada 1931, dan ke Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada 1950.

Lantaran karya-karyanya, dia mendapat banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah anugerah yang diberikan Bung Karno kala menjabat sebagai Presiden pada 1962, yakni tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id