2 Hotel Bersejarah di Indonesia
Tempat , TERBARU 05:26
0
Shares

SejarahRI.com – Keberadaan hotel di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Sejak masih bernama Hindia-Belanda, banyak hotel-hotel berdiri di Pulau Jawa. Pembangunan infrastruktur semacam ini merupakan dampak dari industrialisasi wisata. Di tahun 1910, pemerintah membuat biro-biro khusus untuk melayani para turis Eropa yang ingin berkunjung.

Brosur, buku panduan, peta dan iklan-iklan promosi diterbitkan. Tak sedikit kapal pesiar membawa para wisatawan yang tertarik menikmati panorama alam Nusantara. Ketika sampai di negeri ini, mereka tentu butuh tempat tinggal. Oleh karenya, dibangunlah hotel-hotel sebagai fasilitas penginapan bagi mereka.

Dari sekian banyak hotel yang berkembang, ada dua hotel bersejarah. Ingin tahu apa saja? Lanjutkan baca sampai selesai.

Hotel Majapahit, Surabaya

Sejak awal dibangun, 1910, hotel ini diberi nama Oranje Hotel. Pendirinya adalah seorang pengusaha asal Armenia, Lucas Martin. Hotel ini digunakan sebagai fasilitas bagi para wisatawan atau mukimin Eropa yang sedang melakukan kunjungan ke Surabaya. Hanya kalangan elit yang bisa menikmatinya.

Dua puluh enam tahun kemudian, 1936 gedung tersebut direnovasi. Desainnya ditambah sentuhan art deco. Namun, meletusnya Perang Dunia II membuat hotel ini harus jatuh ke tangan Jepang. Karena, kekuatan Belanda berhasil dibuat tekuk lutut oleh pasukan “Samurai” Negeri Sakura itu. Setelah berada di tangan Jepang, nama hotel tersebut diganti menjadi Yamato Hoteru.

Setelah Kemerdekaan, ada kisah menarik terkait hotel ini. Suatu pagi, 19 September 1945, di atas atapnya, bendera Belanda berkibar. Orang yang memasang bendera tersebut adalah Mastiff Carbolic.

Padahal, sebulan sebelumnya, 17 Agustus, Indonesia baru memproklamirkan kemerdekaannya. Melihat bendera Belanda kembali berkibar, masyarakat langsung bertindak. Dengan marah mereka mengambil bendera itu. Warna birunya dirobek dan dikibarkan kembali. Sejak itu, Merah Putih berkibar di atap hotel tersebut.

Pada tahun berikutnya, 1946, hotel ini dikelola oleh Sarkies. Namanya ‘pun diganti menjadi Hotel L.M.S. Baru pada 1969, nama “The Majapahit” disandangkan. Pada 1996, menjadi “Mandarin Oriental Majapahit Hotel” karena dikelola Mandarin Oriental Group.

Sejak masih bernama Oranje, sebelum dikuasai Jepang, 1936, hotel ini sempat kedatangan tamu spesial. Orang yang berkunjung itu, Charlie Chaplin, aktor kondang dunia. Kamar tempat dia menginap bernomor 33 dan diberi nama Kamar Merdeka.

Hotel Savoy Homann Bidakara, Bandung

Ketika orang-orang Eropa sedang melancong ke Bandung pada abad ke-19, yang diburu sebagai tempat penginapan adalah hotel ini. Sama seperti Hotel Des Indes di Batavia, fasilitas dan pelayanannya memuaskan. Terutama mengenai sajian kuliner yang dihidangkan.

Diberi nama Homann karena pendirinya adalah Homann, pengusaha asal Jerman. Kali pertama dirikan yakni pada tahun 1871. Dari segi tahun, hotel ini termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Bangunan awalnya terbuat dari bambu. Baru pada 1880 direnovasi menjadi gedung dengan bahan dasar batu bata. Yang ada sekarang adalah bangunan begaya art deco yang didesain oleh seorang arsitek asal Belanda, A. F. Albers pada 1937 menghadap Jalan Asia Afrika. Sejak itu namanya ditambah “Savoy”, jadi Savoy Homann Hotel.

Pada 1987, Panghegar Gropu membelinya. Di bawah kendali perusahaan ini, bangunannya diperbesar, fasilitasnya ditambah, dan namanya dibuah jadi Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel. Pada tahun 2000, Panghegar menjual ke Bidakara Gorup. Sejak itu, namanya diganti Savoy Homann Bidakara Hotel yang dipakai sampai sekarang.

Charlie Chaplin juga pernah menginap di dalamnya saat melawat Kota Kembang. Selain itu, yang menjadi spesial dari hotel ini adalah tiga kamar khusus yang pernah ditempati oleh tiga tokoh Konferensi Asia Afrika 1955. Yakni, kamar Jawaharlal Nehru, mantan Perdana Menteri India di lantai 1. Kamar Soekarno di lantai 2. Dan, kamar Cho En Lai, sesuai nama mantan Perdana Menteri China di lantai 3 (cek referensi).




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs