10 Merek yang Seolah Nama Barang
Serba-Serbi , TERBARU 18:15
0
Shares

Di Indonesia, salah satu keunikannya adalah adanya beberapa merek yang ia seolah nama barang itu sendiri. Di perkotaan mungkin sudah tak begitu parah lantaran sudah relatif teredukasinya masyarakat perkotaan. Namun, di pedesaan dan perkampungan, keunikan ini masih eksis hingga kini.

Penyebabnya bisa jadi pertama, lantaran ia pelopor barang itu sendiri. Kedua, begitu populer dan kuatnya merek tersebut di pasar untuk barang tersebut. Ketiga, untuk memudahkan penyebutan.

Apa saja merek-merek itu?

  1. Odol

“Anak, belikan odol di warung Bu Susi,” suruh seorang ibu pada anaknya. Maksudnya adalah membeli pasta gigi, terlepas apapun mereknya. Di sini, sejak dulu, memang biasa menyebut segala macam pasta gigi dengan “odol”. Apakah betul odol adalah sinonim dari pasta gigi? KBBI sudah mengamini. Menurut KBBI, “odol” merupakan kata benda yang berarti “tapal gigi” atau “pasta gigi”. Jadi, odol bisa dikatakan sebagai sinonim dari pasta gigi.

Namun sejarahnya, awalnya kata “odol” bukan nama sebuah benda, melainkan merek pasta gigi di akhir abad 19 atau awal ke-20. Odol ini merupakan merek pasta gigi yang diproduksi oleh perusahaan Dresden Chemical Laboratory Linger di Jerman yang dirikan oleh August Linger (1861-1916) pada 3 Oktober 1892. Produk bermerek ini kemudian populer di Indonesia -yang waktu itu masih merupakan jajahan Hindia-Belanda- pada tahun 1903. Waktu itu, ada satu perusahaan yang ikut mendistribusikanya di Tanah Air: yakni, N.V. Odol Maatschappij dan Winkel Maatschappij Eigen Hulp. Dari sejak itu, kata “odol” terus populer hingga bahkan diserap oleh KBBI menjadi sinonim dari “pasta gigi”.

  1. Aqua

Ketika datang ke warung klontongan, lalu ingin membeli air biasanya bilang: “Beli aqua”. Aqua yang dimaksud di situ adalah Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK). Padahal, selain Aqua, banyak sekali merek lain. Seperti Club, Vit, Le Mineral, dan lain-lain. Tapi, Aqua-lah yang berjaya hingga menjadi nama. Memang Aqua merupakan AMDK pertama di Indonesia dan paling populer hingga kini. Ia didirikan oleh Tirto Utomo (1930-1994) sejak 1973. Dulunya, siapa sangka orang akan mau membeli air minum di tengah melimpahnya air di sungai, sumur, dan lain-lain. Namun, seiring perkembangan waktu, ia justru jadi konsumsi harian orang-orang, khususnya di perkotaan lantaran kebutuhan akan air mineral yang terjamin kesehatannya.

  1. Levi’s

Setiap celana jeans biasanya oleh orang-orang Indonesia disebut dengan Levi’s. Padahal, seperti mungkin telah diketahui bahwa Levi’s adalah merek celana jeans yang diproduksi oleh sebuah perusahaan Levi Strauss & Co: sebuah perusahaan yang didirikan oleh Levi Strauss pada tahun 1853 di Amerika Serikat. Pada tahun 1950-an celana ini sempat dibilang sebagai celana “jengki” dan peminatnya adalah kalangan muda.

  1. Pralon

Pipa air atau pralon. Mungkin Anda bingung. Apa bedanya antara pipa air dengan pralon. Karena biasanya memang sudah terbiasanya menyebut pralon untuk menunjukkan pipa air. Padahal, “Pralon” adalah merek pipa air.

  1. Pylox

Sebagian kita biasanya menyebut pylox untuk menunjukkan cat semprot. Untuk Anda yang gemar pada seni grafiti atau modif motor, mungkin tahu bahwa “Pylox” adalah merek. Jadi, tak semua cat semprot itu mereknya adalah Pylox. Namun gampangnya, kita sering menyebutnya dengan “pylox.”

  1. Rinso

Sebagian orang Indonesia biasanya menyebut deterjen dengan “rinso”. Bahkan, walaupun mau membeli Daia, tetap saja menyebutnya rinso. Jadinya, “Bu, mau beli rinso “daia””. Hehehe. Hal ini terjadi bukan karena orang Indonesia tak bisa mengucapkan deterjen. Tetapi karena merek rinso sangat populer sehingga nasibnya sama seperti Aqua, Levi’s, dan Odol. Merek rinso ini diciptakan oleh Robert S. Hudson dan merupakan produk Unilever. Populer di Indonesia pada tahun 1970-an sebagai merek pertama di Tanah Air waktu itu.

  1. Autan

Ada juga “autan” untuk menyebut cairan anti nyamuk. Tentu kita tahu bahwa Autan ini padahal adalah merek. Namun, mungkin lantaran terlalu panjang dan ribet juga menyebut “cairan anti nyamuk”, maka sebut saja autan. Beres! Sekalipun beli soffel, tetap saja menyebutnya “autan”.

  1. Blue Band

Buat ibu-ibu yang suka masak atau bikin makanan, seperti kue atau nasi goreng, biasanya sudah tak asing lagi dengan istilah “blue band”. “Tambahin blue bandnya dong,” biasanya begitu kalau ingin menambahkan margarin ke makanan yang sedang dimasak. Meskipun margarinnya bukan mereka “Blue Band”.

  1. Tipp-Ex

Untuk anak-anak sekolah, tipp-ex seolah adalah nama. Padahal, “Tipp Ex” adalah merek. Tapi, tunggu dulu, kalau ini merek, terus nama bendanya sendiri itu apa? Memang mungkin ada yang tak mengetahuinya. Tapi Wikipedia menyebutnya sebagai “cairan pengoreksi”. Karena alat itu biasanya memang digunakan untuk menghapus tulisan yang salah. Tapi, lantaran sudah terbiasa menggunakan istilah tipp-ex, bahkan ia menjadi kata kerja. Jadinya begini: “Tipp-ex dong tulisannya.” Maksudnya adalah “hapus tulisannya”.

  1. Toa

Untuk menyebut nama sebuah alat pengeras suara, biasanya orang Indonesia akan menyebutnya “toa”. Padahal, “Toa” bukan nama benda, melainkan sebuah perusahaan yang bekerja sebagai produsen megafon. Perusahaan yang memiliki nama Toa ini didirikan di Jepang pada 1 September 1934 dengan nama TOA Electronic Manufacturing Company oleh Tsunetaro Nakatani. Toa produksi perusahaan ini kemudian diperkenalkan oleh Uripto Widjaja, seorang keturunan Tionghoa asal Bangka melalui perusahaan PT Galva miliknya.

Jadi, besok-besok, masih mau nyebut benda dengan merek atau tidak? Kalau perusahaannya sih seneng, promosi gratis. Mungkin disebutnya “promosi melalui jalur kebudayaan”. Hehehe.




:087784127323
:redaksi@sejarahri.com
:@SejarahRI
:Sejarah Indonesia
:sejarahri.com
Twitter
Fans Page
Copyright 2016 | SejarahRI.com | All Right Reserved
Powered By Apelijo.id
nmd runnner nmd runnner black nmd runnner white nmd runnner grey nmd runnner gs ultra boost ultra boost black ultra boost white ultra boost grey ultra boost gs ultra boost uncaged ultra boost uncaged black ultra boost uncaged white ultra boost uncaged grey ultra boost uncaged gs yeezy boost 350 yeezy boost 350 black yeezy boost 350 white yeezy boost 350 grey yeezy boost 350 gs yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 black yeezy boost 350 v2 white yeezy boost 350 v2 grey yeezy boost 350 v2 gs yeezy boost 750 yeezy boost 750 black yeezy boost 750 white yeezy boost 750 grey yeezy boost 750 gs